Morowali Utara Hari Ini
Kasatpol PP Mororwali Utara Bantah Terlibat Sengketa Lahan di Kelurahan Bahoue
Kejadian itu pertama kali saat ia membeli bahan bangunan dari Kota Palu kemudian dikirim ke Morowali Utara pada bulan Maret 2023.
Penulis: Supriyanto | Editor: Fadhila Amalia
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok
TRIBUNPALU.COM, PALU - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Morowali Utara, Buharman Lambuli beri klarifikasi terkait kasus sengketa lahan antar warga di Kelurahan Bahoue, Kecamatan Petasia, Sulawesi Tengah.
Buharman Lambuli membantah soal keterlibatannya dalam kasus tersebut.
"Saya tidak tahu soal kasus lahan itu, saya saja tahu nanti beritanya sudah naik," katanya kepada TribunPalu.com, Selasa (9/12/2025).
Baca juga: Kadis Pariwisata Sulteng: Buya Subi Project Promosikan Tenun Donggala ke Dunia Mulai 2026
Berdasarkan keterangan Simson Takasenserang dalam pemberitaan sebelumnya, disampaikan bahwa Firman Tobigo merupakan Kasatpol PP yang turut terlibat dalam kasus itu.
Sehingga, Buharman menegaskan bahwa Firman Tobigo tidak terlibat dalam kasus sengketa lahan tersebut.
"Saya Kepala Satuan, kalau Firman Tobigo itu staf di Satpol PP. Dan dia tidak terlibat dalam penganiayaan itu. Yang ikut itu hanya okum," jelasnya.
Sekadar diketahui bahwa kasus ini bermula saat seorang warga Kelurahan Bahoue, Kecamatan Petasia, Morowali Utara, Simson Takasenserang mendapatkan tindakan penganiayaan dari kelompok warga di Bahoue.
Ia diserang oleh kelompok warga akibat diduga melakukan penyerobotan tanah yang masih menjadi sengketa.
Kejadian itu pertama kali saat ia membeli bahan bangunan dari Kota Palu kemudian dikirim ke Morowali Utara pada bulan Maret 2023.
Baca juga: Truk Bocor di Depan Pelabuhan Rakyat Luwuk, Jalan Terendam Solar dan Pengendara Tergelincir
Setibanya di Morut, bahan bangunan itu diletakkan di pinggir jalan disamping petak lahan milik orangtuanya.
"Kebetulan disitu kebun bapak saya, jadi saya letakkan di pinggir jalan," katanya.
Beberapa hari kemudian, Simson pergi melihat bahan bangunan itu. Ia melihat kelompok masyarakat yang sudah bersiap melakukan penganiayaan. Setelah turun dari mobil, dirinya langsung mendapatkan tindakan pemukulan yang mengarah kewajahnya.
Baca juga: Relawan Padati Perempatan di Kota Palu, Galang Dana untuk Korban Bencana Sumatera
Simson menyebut bahwa kelompok itu dipimpin oleh Ragnos Dwisantosa Tampake yang merupakan seorang Notaris di Kecamatan Petasia, Firman Tobigo, dan Pili Posawa yang juga ikut dalam penganiayaan itu.(*)
Sulawesi Tengah
Buharman Lambuli
Morowali Utara
Kelurahan Bahoue
Kecamatan Petasia
Satuan Polisi Pamong Praja
Firman Tobigo
Kota Palu
| Warga Desa Tamainusi Morowali Utara Pasang Badan untuk Perusahaan: Mereka Bantu Hidup Kami |
|
|---|
| Warga Tamainusi Morowali Utara Desak Dugaan Penyalahgunaan Dana CSR Diusut Hingga Tuntas |
|
|---|
| Jalan Towi–Ganda-ganda Morowali Utara Jadi Prioritas Pembangunan |
|
|---|
| Morowali Utara Dorong Dekarbonisasi Industri Nikel untuk Saingi Pasar Baterai dan EV Global |
|
|---|
| Pembangunan BLK Morowali Utara Dipercepat, Wamenaker RI Dukung Penuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Kasatpol-PP-Morut-Klarifikasi-Bantah-Terlibat-dalam-Sengketa-Lahan-di-Kelurahan-Bahoue.jpg)