Parigi Moutong Hari Ini
PT Ecotropica Jelaskan Teknis Survei Migas di Laut Parimo dan Alasan Rumpon Diputus
Humas PT Ecotropica, Jumadi Ahmad, mengatakan kegiatan tersebut berdasarkan surat resmi dari Kementerian ESDM.
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Regina Goldie
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - PT Ecotropica memaparkan teknis pelaksanaan Survei Seismik 3D Gorontalo Offshore yang berlangsung di perairan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Sosialisasi yang dilakukan pada Kamis, (11/12/2025) di Kantor Bupati, Jl. Kampali, Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi itu, untuk menjelaskan dasar pelaksanaan, tujuan survei, serta alasan pemutusan rumpon nelayan.
Humas PT Ecotropica, Jumadi Ahmad, mengatakan kegiatan tersebut berdasarkan surat resmi dari Kementerian ESDM.
Baca juga: Keluarga Rahasiakan Status Tahanan Ammar Zoni, Anak-anak Tahunya Ayah Kerja di Luar Negeri
Surat itu menjadi landasan utama survei di Teluk Tomini.
Menurut dia, Badan Geologi Kementerian ESDM melakukan penyelidikan struktur bawah permukaan laut.
Tujuannya untuk membaca data lapisan batuan dan melihat kemungkinan adanya kandungan minyak atau gas.
Survei ini juga bertujuan mencari cadangan migas dan mendukung peningkatan produksi nasional.
Baca juga: Pemkab Sigi Gelar Seminar Pemulihan Pendidikan, Wabup Tekankan Pentingnya Kurikulum Kebencanaan
Pemerintah mendorong survei serupa untuk memperkuat ketahanan energi.
Jumadi menjelaskan survei seismik menggunakan gelombang suara yang dipantulkan ke perut bumi.
Pantulan itu direkam untuk memetakan struktur batuan bawah laut.
Metode ini dinilai paling efektif karena memberikan gambaran awal sebelum masuk tahap pengeboran.
Kondisi itu mengurangi potensi kerugian jika pengeboran dilakukan tanpa data.
Baca juga: Bunuh Dua Orang, Pria di Lobu Banggai Diburu Polisi
Ia menegaskan survei dilakukan untuk memperoleh data rinci bawah laut Teluk Tomini.
Data tersebut menentukan lokasi prospek migas yang memiliki perangkap hidrokarbon.
Jumadi menjelaskan, jika data menunjukkan prospek yang baik, hasil survei akan diserahkan kepada K3S untuk ditindaklanjuti.
Hal ini berbeda dengan data yang digunakan kementerian.
Ia juga menjelaskan alasan penamaan 3D Gorontalo.
Dalam peta geologi, wilayah itu berada di Cekungan Gorontalo meski masyarakat mengenalnya sebagai Teluk Tomini.
Baca juga: Dibangun Sejak 2012, Gedung Lantai Tiga Untika Luwuk Akhirnya Tuntas
Lokasi survei berada sekitar 30 hingga 40 mil dari Lasimbar, Kecamatan Kasimbar.
Area itu berada jauh di tengah laut dan bukan jalur utama tangkap nelayan.
Jumadi mengatakan survei serupa pernah dilakukan beberapa kali.
Ia menampilkan data survei tahun 2010 serta survei sebelumnya sebagai pembanding.
Durasi pekerjaan mencapai 50 hari. Pelaksanaan molor karena perizinan, sehingga mobilisasi kapal baru dapat dilakukan pada akhir November dan awal Desember.
Baca juga: Relawan KPKP-ST Edukasi Siswi SMP tentang Bahaya KBGO
Pemeriksaan area atau spotting juga baru dilakukan pada awal Desember.
Tahap akuisisi data direncanakan selesai pada awal Januari.
Survei ini menggunakan empat kapal. Satu kapal induk berfungsi merekam data.
Tiga kapal lainnya bertugas mengawal dan melakukan sosialisasi kepada nelayan.
Pada kapal pengawal terdapat personel TNI AL, DKP, dan perwakilan nelayan.
Mereka bertugas memantau seluruh proses, termasuk pemutusan rumpon.
“Kami tidak ingin ada gejolak sosial. Semuanya harus jelas,” kata Jumadi.
Baca juga: Safari Natal Morowali Utara 2025, Bupati Delis Ajak Jemaat Bersyukur dan Berbagi Kasih
Ia menjelaskan alasan rumpon diputus selama survei.
Kapal induk menarik kabel baja sepanjang delapan kilometer untuk mengoperasikan sepuluh streamer.
Streamer berada pada kedalaman tujuh hingga sepuluh meter.
Kabel tidak tampak di permukaan kecuali pelampung kecil di belakang kapal.
Karena panjangnya kabel, kapal membutuhkan ruang belok hingga 15 kilometer.
Kondisi itu membuat kapal harus melewati area lebih luas selama merekam data.
Baca juga: Relawan KPKP-ST Edukasi Siswi SMP tentang Bahaya KBGO
Jika terdapat rumpon di jalur survei, kabel berisiko tersangkut.
Hal itu dapat menggagalkan perekaman data dan membahayakan peralatan.
Setiap rumpon yang diputus dicatat lengkap. Unsur TNI AL, DKP, dan nelayan menjadi saksi proses pencatatan hingga pemindahan rumpon.
Jumadi memastikan semua rumpon yang diputus akan diganti rugi dan dikembalikan kepada pemilik.
Kemudian, rumpon diperbolehkan dipasang kembali setelah survei selesai. (*)
| Jam Operasi SAR Nelayan di Parigi Moutong, Ditemukan 3,3 Mil dari Titik Hilang |
|
|---|
| GEKRAFS Dorong Produk Kreatif Parigi Moutong Tembus Pasar Lebih Luas |
|
|---|
| Nelayan Hilang di Laut Parigi Moutong Ditemukan Meninggal, Evakuasi Libatkan Warga hingga Aparat |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Nelayan Hilang di Perairan Parigi Moutong, SAR Dikerahkan |
|
|---|
| Pemkab Parigi Moutong Siapkan Seleksi JPT Pratama, Kesempatan Emas bagi ASN Berkompeten |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/1000293028jpgaaa.jpg)