Selasa, 14 April 2026

Parigi Moutong Hari Ini

Tidak Semua Rumpon Diputus saat Survei Migas di Parimo, PT Ecotropica Tegaskan Nelayan Bisa Melaut

Ia menegaskan tim tidak datang dan memutus seluruh rumpon tanpa pemeriksaan terlebih dahulu.

Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Regina Goldie
Tribunnews.com/Abdul Humul Faaiz
PT Ecotropica menegaskan tidak semua rumpon nelayan akan diputus selama pelaksanaan survei seismik migas di Teluk Tomini. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - PT Ecotropica menegaskan tidak semua rumpon nelayan akan diputus selama pelaksanaan survei seismik migas di Teluk Tomini.

Humas PT Ecotropica, Jumadi Ahmad, menjelaskan setiap rumpon akan diperiksa melalui proses scouting atau pemeriksaan area sebelum diputus.

“Tidak semua rumpon kami putus. Kami lakukan pemeriksaan dulu,” kata Jumadi saat sosialisasi kepada nelayan dan pelaku usaha perikanan di Kantor Bupati, Jl Kampali, Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah Kamis (11/12/2025).

Ia menyebut rumpon hanya diputus jika berada tepat di jalur kabel survei yang digunakan untuk perekaman data bawah laut.

Baca juga:
Kepsek SMK 5 Palu Sambut Baik CPM Goes To School: Ini Simbiosis Mutualisme

Menurut Jumadi, metode scouting dilakukan agar tidak ada pemutusan rumpon yang sebenarnya tidak terdampak jalur survei.

Ia menegaskan tim tidak datang dan memutus seluruh rumpon tanpa pemeriksaan terlebih dahulu.

Jumadi memastikan nelayan tetap bisa melaut seperti biasa selama kegiatan survei berlangsung di Teluk Tomini.

“Silakan bapak ibu tetap berlayar. Tidak ada pembatasan,” ujarnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: BPOM Palu Intensifkan Pengawasan Pangan Jelang Natal dan Tahun Baru 2026

Ia meminta nelayan tidak panik jika berpapasan dengan kapal survei yang sedang beroperasi di titik pemetaan.

Tim survei akan mendatangi nelayan untuk memberikan penjelasan mengenai posisi kapal dan jalur aman yang dapat dilewati.

"Jika kapal survei sedang melintas di jalur tertentu, nelayan hanya diminta menunggu beberapa menit sebelum melanjutkan perjalanan," jelasnya.

Langkah itu dilakukan untuk menghindari risiko baling-baling kapal nelayan tersangkut kabel survei di bawah permukaan laut.

Jumadi menjelaskan kabel survei berada pada kedalaman sekitar 7 hingga 10 meter.

Ia memastikan tim siap menuntun jalur aman agar nelayan tetap dapat bergerak menuju lokasi rumpon masing-masing.

"Seluruh arahan lapangan diberikan demi keselamatan bersama selama proses survei seismik berlangsung," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved