Kamis, 14 Mei 2026

Touna Hari Ini

Bertahun-tahun Warga Desa Binanguna dan Cendana di Tojo Una-una Lalui Jalan Tergenang Air Laut

Jalan putus itu merupakan satu-satunya jalur yang menghubungkan kedua desa.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Regina Goldie | Editor: mahyuddin
Handover/Tangkapan Layar FB Nur Afni
JALAN TERGENANG LAUT - Jalan penghubung Desa Cendana dan Desa Binanguna di Pulau Una-una, Kecamatan Una-una, Kabupaten Tojo Una-una (Touna), Sulawesi Tengah, bertahun-tahun tak tersentuh infrastruktur layak. Hal itu membuat warga harus menyeberangi jalan terendam air laut demi bisa beraktivitas di sore hari. 

TRIBUNPALU.COM, TOUNA - Jalan penghubung Desa Cendana dan Desa Binanguna, Pulau Batudaka, Kecamatan Una-una, Kabupaten Tojo Una-una (Touna), Sulawesi Tengah, bertahun-tahun tak tersentuh infrastruktur layak.

Hal itu membuat warga harus menyeberangi jalan terendam air laut demi bisa beraktivitas di sore hari.

Pasalnya jalan yang tergenang air laut saat pasang itu merupakan satu-satunya jalur yang menghubungkan kedua desa.

Video yang diunggah pengguna media sosial, @Nur Afni, terlihat pejalan kaki harus meniti jalan yang terendam air laut.

Bahkan, pejalan kaki harus menyingsingkan celananya agar tidak keciprat ombak.

"Kalo so naik bgini air laut anak-anak sekolah dari Tombola, Awo so tidak tembus mo ke sekolah," tulis Nur Afni dalam keterengan videonya itu dikutip TribunPalu.com, Sabtu (13/12/2025).

Baca juga: BREAKING NEWS: Pemprov Sulteng Targetkan 2026 Mulai Garap Dua Ruas Jalan Penting di Tojo Una-Una

Dia menjelaskan, warga di kedua desa menghindari aktivitas sore hingga malam hari guna menghindari air pasang.

Bahkan, pengendara motor harus meninggalkan kendaraannya kemudian berjalan kaki untuk sampai ke tujuan.

"Malam jam 10 baru bisa ambil kendaraan," ucap Nur Afni.

Diketahui, pelajar SD dan SMP di Desa Cendana bersekolah di Desa Binanguna.

Jalur itu menjadi satu-satunya akses mereka ke sekolah.

Baca juga: Usul Kepulauan Togean sebagai Destinasi Wisata Super Prioritas, Gubernur Keluarkan 2 Instruksi

Tanpa jalan alternatif, warga hanya bisa menunggu air surut agar dapat melintas.

Ironisnya, kondisi itu terjadi selama bertahun-tahun.

Kerusakan jalan semakin parah akibat abrasi pantai yang mencapai 80 persen pada 2021.. 

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan melakukan perbaikan agar aktivitas pendidikan dan perekonomian di Pulau Una-una tidak terganggu.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved