Sulteng Hari Ini
Dishub Sulteng Dorong Moda Transportasi Desa Penunjang Distribusi Hasil Bumi
Moda transportasi berintegrasi adalah menggabungkan dua atau lebih jenis transportasi umum.
Penulis: Robit Silmi | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Masalah Utama: Tanpa moda transportasi yang memadai di tingkat desa, hasil produksi masyarakat sulit terserap pasar secara optimal, yang berdampak pada ekonomi warga.
- Rencana Lanjutan: Konsep detail pengoperasian moda transportasi desa ini masih dalam tahap pembahasan mendalam bersama para pemangku kepentingan terkait.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi
TRIBUNPALU.COM, PALU - Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tengah mendorong penguatan moda transportasi desa sebagai penunjang utama distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan di wilayah Sulawesi Tengah.
Moda adalah bentuk atau jenis sarana transportasi yang digunakan untuk memindahkan orang atau barang, seperti moda darat (mobil, kereta api, jalan kaki), air (kapal laut, perahu), dan udara (pesawat terbang), seringkali merujuk pada sistem atau cara spesifik dalam mobilitas.
Wilayah Sulteng memiliki geografis kepulauan dan pegunungan.
Sehingga perlu adanya moda transportasi yang berintegrasi.
Moda transportasi berintegrasi adalah menggabungkan dua atau lebih jenis transportasi umum.
Baca juga: UIN Datokarama Palu Tegaskan Integritas Pengusulan Guru Besar, Kode Etik Jadi Acuan
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Tengah, Sumarno, saat memberikan sambutan pada pelantikan pengurus Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Sulawesi Tengah di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/12/2025).
Sumarno menilai, transportasi desa merupakan akar dari rantai pasok hasil bumi, terutama dalam menghubungkan wilayah produksi dengan pusat distribusi.
“Ke depan, moda transportasi desa akan terus kita dorong. Sebab, transportasi desa menjadi hal yang urgen untuk mengeluarkan pasokan hasil pertanian dan perkebunan di wilayah Sulawesi Tengah,” ujar Sumarno yang juga merupakan Ketua Kerukunan Keluarga Jawa Sulawesi Tengah atau KKJST itu.
Menurutnya, tanpa dukungan transportasi yang memadai di tingkat desa, hasil produksi petani dan pekebun akan sulit terserap secara optimal.
Baca juga: MTI Sulteng Fokus Kolaborasi Lintas Sektor, Ini Susunan Pengurus Periode 2025-2028
Ia mengungkapkan, konsep pengembangan moda transportasi desa tersebut masih akan dibahas lebih lanjut bersama para pemangku kepentingan terkait.
“Untuk konsepnya seperti apa, nanti akan kita coba bahas bersama,” tandasnya.
Sumarno berharap, kehadiran MTI Sulawesi Tengah dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam merumuskan sistem transportasi desa yang efektif, terjangkau, dan berkelanjutan.
Pelantikan pengurus MTI Sulawesi Tengah periode 2025–2028 tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah, akademisi, serta pemerhati transportasi di Sulawesi Tengah. (*)
| Sekte Sepeda Sulteng Sukses Taklukkan Rute 600 Km Luwuk–Palu Lewat Berani Gowes |
|
|---|
| Kanwil Kemenkum Sulteng Gencarkan Edukasi Royalti Musik untuk Pelaku Usaha dan Masyarakat |
|
|---|
| Kemensos RI Gandeng UIN Datokarama Berdayakan Mitra Deradikalisasi di Sulteng |
|
|---|
| Kasus Pemalsuan Dokumen Tanah di Sigi, Polda Sulteng Tetapkan ASN dan Warga Jadi Tersangka |
|
|---|
| 152 Dapur SPPG di Sulteng Masih Aktif Salurkan Makanan Meski 51 Dapur Ditutup Sementara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/WhatsApp_Image_2025-12-16_at_23_35_16jpeg.jpg)