Senin, 20 April 2026

Sulteng Hari Ini

Kemensos RI Gandeng UIN Datokarama Berdayakan Mitra Deradikalisasi di Sulteng

Pada kesempatan itu, Lukman Thahir mengajak para mitra deradikalisasi untuk menjadi agen perdamaian di Sulawesi Tengah maupun Indonesia. 

Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
Handover/Handover
MITRA DERADIKALISASI - Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) menggandeng Universitas Islam Negeri Datokarama untuk memberdayakan kelompok masyarakat mitra deradikalisasi di Sulawesi Tengah. 

Ringkasan Berita:
  • Kementerian Sosial RI bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri Datokarama untuk memberdayakan masyarakat mitra deradikalisasi di Sulawesi Tengah melalui pembinaan.
  • Program ini tidak hanya memberikan bantuan sosial, tetapi juga mencakup pendampingan psikososial, peningkatan keterampilan, penguatan moderasi beragama.
  • Program diharapkan menjadi model bagi daerah lain dalam menangani radikalisme secara humanis dan edukatif, sekaligus memperkuat reintegrasi sosial.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) menggandeng Universitas Islam Negeri Datokarama untuk memberdayakan kelompok masyarakat mitra deradikalisasi di Sulawesi Tengah.

Rektor UIN Datokarama Palu, Lukman Thahir, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut yang dinilai memperkuat pembinaan dan pendampingan secara komprehensif bagi masyarakat mitra deradikalisasi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Sosial telah bersama-sama melakukan pembinaan dan pendampingan dalam pemberdayaan mitra deradikalisasi di Sulawesi Tengah,” ujar Lukman Thahir di Kota Palu, Minggu (19/4/2026).

Baca juga: Banjir Rob Terjang Dua Desa di Buol, 150 KK Terpaksa Mengungsi

Dalam kegiatan harmonisasi sosial tersebut, Kemensos RI dan UIN Datokarama menghadirkan sekitar 80 mitra deradikalisasi yang berasal dari Kabupaten Poso, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kota Palu.

Pada kesempatan itu, Lukman Thahir mengajak para mitra deradikalisasi untuk menjadi agen perdamaian di Sulawesi Tengah maupun Indonesia. 

Ia menekankan pentingnya mengamalkan tiga wasiat Nabi Muhammad SAW dalam Piagam Madinah sebagai landasan membangun kehidupan yang harmonis.

Ia juga menegaskan, UIN Datokarama bersama Kemensos siap mendampingi para mitra deradikalisasi agar mampu berperan aktif sebagai agen perdamaian di tengah masyarakat.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin, Ishaq Zubaedi Raqib, mengatakan kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan sosial.

Baca juga: Final Panas, Celebest Tantang Persigi di Liga 4 Sulteng 2026

Menurutnya, program tersebut juga mencakup pendampingan psikososial, peningkatan keterampilan (skilling), serta penguatan moderasi beragama agar para mitra deradikalisasi dapat kembali hidup harmonis di tengah masyarakat.

Ia juga menyampaikan rencana pertemuan antara Menteri Sosial RI dengan para mitra deradikalisasi.

“Menteri Sosial ingin bertemu, bersilaturahmi, dan berdialog langsung dengan para mitra deradikalisasi. Insya Allah besok akan dilaksanakan,” ujar Ishaq.

Di sisi lain, Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Perdagangan Orang Kemensos RI, Rachmat Koesnadi, menegaskan pentingnya peningkatan program pemberdayaan dan pendampingan secara berkelanjutan.

Ia mendorong pembentukan komunitas mitra deradikalisasi yang lebih besar dan terstruktur agar program pemberdayaan sosial dapat berjalan maksimal dan berkesinambungan.

Program ini diharapkan menjadi model percontohan bagi daerah lain di Indonesia dalam menangani isu radikalisme melalui pendekatan yang humanis, edukatif, dan memberdayakan.

Baca juga: Mantan Bupati Konawe Utara Ruksamin Kini Jabat Sekjen DPP Partai PBB

Selain itu, keberhasilan reintegrasi dinilai dapat memperkuat stabilitas dan kerukunan di Sulawesi Tengah.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved