Senin, 1 Juni 2026

OJK Sulteng

OJK Dorong Pasar Modal Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Nasional di 2026

Mahendra menegaskan, OJK akan terus memperkuat perlindungan investor, khususnya investor ritel dan minoritas yang saat ini menopang pergerakan.

Tayang:
Penulis: Robit Silmi | Editor: Regina Goldie
Handover
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong Pasar Modal Indonesia agar semakin berperan strategis dalam mendukung agenda prioritas pemerintah, melalui penguatan integritas pasar, pendalaman likuiditas, peningkatan basis investor institusi, serta percepatan pembangunan ekosistem bursa karbon yang kredibel dan berstandar internasional. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi

TRIBUNPALU.COM, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong Pasar Modal Indonesia agar semakin berperan strategis dalam mendukung agenda prioritas pemerintah, melalui penguatan integritas pasar, pendalaman likuiditas, peningkatan basis investor institusi, serta percepatan pembangunan ekosistem bursa karbon yang kredibel dan berstandar internasional.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam sambutannya pada Pembukaan Perdagangan Perdana Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2026 di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjaminan Simpanan Anggito Abimanyu, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, jajaran Anggota Dewan Komisioner OJK, Direktur Utama BEI Iman Rachman, serta para pemangku kepentingan pasar modal.

Mahendra menegaskan, OJK akan terus memperkuat perlindungan investor, khususnya investor ritel dan minoritas yang saat ini menopang pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 

Baca juga: Peningkatan Gempa di Sulawesi Tengah, BMKG Fokus Pemantauan di Sesar Palu-Koro dan Poso

Salah satunya melalui penguatan pengawasan market conduct, termasuk perilaku influencer keuangan atau financial influencer (finfluencer).

“OJK saat ini tengah menyiapkan aturan baru bagi finfluencer yang ditargetkan terbit pada pertengahan 2026, dengan penekanan pada kapabilitas, transparansi, serta kepatuhan perizinan, guna mendorong literasi investasi yang bertanggung jawab,” ujar Mahendra.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan agar pasar modal semakin berperan sebagai sumber pendanaan utama emiten dan sektor jasa keuangan menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami berkomitmen menjaga sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, khususnya melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), guna menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama BEI Iman Rachman mengungkapkan, BEI telah menyiapkan masterplan pengembangan pasar modal periode 2026–2030. 

Target besarnya adalah mewujudkan pasar modal Indonesia yang inovatif, transparan, inklusif, dan berdaya saing global pada 2030.

“Target ini didukung penguatan infrastruktur pasar, peningkatan kualitas emiten dan investor, serta perluasan partisipasi publik,” kata Iman.

Baca juga: Kriminalitas di Sigi Sulteng Naik 25 Persen Selama 2025, Polres Ungkap 508 Kasus

Kinerja Pasar Modal 2025

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved