Sulteng Hari Ini
Kemenkes Catat 62 Kasus Super Flu Nasional, Dinkes Sulteng: Belum Ada Temuan, Kondisi Terkendali
Berdasarkan data Kemenkes, kasus tersebut tersebar di sejumlah provinsi, dengan Jawa Timur sebagai daerah dengan jumlah kasus tertinggi.
Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
Ringkasan Berita:
- Kemenkes RI mencatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K atau “super flu” tersebar di 11 provinsi, dengan Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat sebagai daerah terbanyak.
- Dinkes Sulawesi Tengah menegaskan belum ada kasus di wilayahnya, kondisi masih terkendali, dan kasus yang muncul masih termasuk peningkatan musiman.
- Masyarakat diminta menjaga kesehatan, menerapkan PHBS, melakukan vaksinasi influenza bagi kelompok rentan, memakai masker bila kurang sehat.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU – Kemenkes RI mencatat sebanyak 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K atau dikenal sebagai super flu telah terdeteksi secara nasional hingga akhir Desember 2025.
Berdasarkan data Kemenkes, kasus tersebut tersebar di sejumlah provinsi, dengan Jawa Timur sebagai daerah dengan jumlah kasus tertinggi, disusul Kalimantan Selatan dan Jawa Barat.
Selain itu, kasus juga dilaporkan terjadi di Bali, wilayah Sumatera, serta kawasan Sulawesi, dengan Sulawesi Utara sebagai daerah yang teridentifikasi memiliki strain H3N2 tersebut.
Baca juga: Marak Isu Soal Wabah Super Flu Merebak Nasional, Dinkes Sulteng: Seperti Flu Biasa
Menanggapi kondisi nasional tersebut, Dinas Kesehatan Sulteng memastikan hingga kini belum ditemukan kasus super flu di wilayahnya, serta situasi masih dalam kondisi terkendali.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulteng, Jumriani, menegaskan bahwa istilah super flu sejatinya hanya istilah yang berkembang di masyarakat awam.
“Super flu itu sebenarnya hanya istilah dari masyarakat awam karena penularannya agak lebih cepat. Padahal, sebenarnya sama dengan flu biasa, dengan strain H3N2,” kata Jumriani saat diwawancarai di Kantor Dinas Kesehatan Sulteng, Jl RA Kartini, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, istilah super flu muncul seiring adanya peningkatan kasus influenza A(H3N2) subclade K di beberapa negara yang terjadi secara bersamaan.
Baca juga: Kemenkes Catat 62 Kasus Super Flu Nasional, Dinkes Sulteng: Belum Ada Temuan, Kondisi Terkendali
“Kami juga menerima surat dari Kementerian Kesehatan yang menyebutkan ada 11 provinsi yang sudah terdiagnosis berdasarkan hasil pemeriksaan. Kasus tertinggi ada di Jawa Timur, disusul Kalimantan Selatan dan Jawa Barat,” ujarnya.
Meski demikian, Jumriani memastikan Sulawesi Tengah belum mencatat adanya kasus terkonfirmasi.
“Untuk Sulawesi Tengah sendiri, tidak ada peningkatan kasus. Ini masih termasuk peningkatan musiman karena saat ini musim hujan, dan tidak mengarah pada kondisi yang mengkhawatirkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, gejala yang ditimbulkan virus tersebut sama seperti flu musiman pada umumnya.
“Penanganannya juga sama seperti flu biasa. Tidak ada penanganan khusus atau spesifik untuk kasus ini,” jelasnya.
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah juga menepis informasi yang beredar di media sosial yang menyebut super flu lebih berbahaya dibandingkan Covid-19.
“Itu tidak benar. Secara ilmiah tidak bisa dijelaskan bahwa flu ini lebih parah dari Covid-19. Tidak ada dasar ilmiah yang mendukung klaim tersebut,” kata Jumriani.
Baca juga: Komandan Lanal Palu Berkunjung ke Morowali Utara, Pererat Hubungan TNI AL dan Pemda
Sulawesi Tengah
Jawa Barat
Jumriani
Dinas Kesehatan Sulteng
Kelurahan Lolu Selatan
Kecamatan Palu Selatan
Bali
Kemenkes RI
H3N2
| Lemahnya Nilai Tukar Rupiah ke Dolar AS, Guru Besar FEB Untad Minta Bereskan Tata Kelola Ekonomi |
|
|---|
| Pandangan Akademisi Untad Terkait Nilai Tukar Rupiah di Angka Rp 18.000 per Juni 2026 |
|
|---|
| PESBEVI Gelar Workshop di RSUD Anutapura, Tingkatkan Kompetensi Dokter dan Perawat di Sulteng |
|
|---|
| KPU dan Bawaslu Kunjungi Kantor DPW PSI Sulteng, Pantau Kesiapan Kelembagaan Parpol |
|
|---|
| Penerima Berani Cerdas Dilarang Terima Beasiswa Ganda, Disdik Sulteng Minta Mahasiswa Memilih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Dinkes-Sulteng-Belum-Ada-Temuan.jpg)