Sulteng Hari Ini
Kakanwil Imigrasi Sulteng Tekankan Etika, Budaya Lokal, dan Penguatan Layanan Keimigrasian
Arief turut menyoroti pentingnya etika sederhana dalam kehidupan kerja sehari-hari melalui penerapan tiga kata, yakni tolong, terima kasih, dan maaf.
Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Tengah, Arief Hazairin Satoto, menekankan pentingnya etika, penghormatan terhadap budaya lokal, serta penguatan layanan dan pengawasan keimigrasian dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Penegasan tersebut disampaikan Arief saat memberikan sambutan pada pelantikan pejabat manajerial dan non manajerial di lingkungan Kanwil Ditjen Imigrasi Sulteng, digelar di Aula Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Kamis (15/1/2026).
Menurut Arief, setiap pejabat imigrasi harus menjalankan kewenangannya sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan ketentuan yang berlaku, serta menempatkan jabatan sebagai amanah yang dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Baca juga: Link Twibbon Isra Miraj yang Diperingati Jumat 16 Januari 2026: Ini Cara Menggunakan Twibbon
“Setiap kewenangan yang dijalankan harus berpedoman pada aturan dan diniatkan sebagai bentuk ibadah, agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Arief juga memberi perhatian khusus kepada pejabat yang baru bertugas di Sulawesi Tengah.
Ia meminta seluruh aparatur imigrasi menghormati adat istiadat dan budaya setempat dalam bertutur kata, berbahasa, maupun bersikap di lingkungan kerja dan masyarakat.
“Rekan-rekan berasal dari berbagai daerah. Karena itu, penting untuk menghormati budaya lokal. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Arief turut menyoroti pentingnya etika sederhana dalam kehidupan kerja sehari-hari melalui penerapan tiga kata, yakni tolong, terima kasih, dan maaf.
Menurutnya, ketiga hal tersebut menjadi fondasi menjaga keharmonisan hubungan antarsesama pegawai.
“Ucapan terima kasih dan keberanian untuk meminta maaf, meskipun terdengar sederhana, memiliki dampak besar dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat,” katanya.
Lebih lanjut, Arief menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas layanan dan pengawasan keimigrasian di Sulawesi Tengah.
Baca juga: Jadwal Tayang dan Sinopsis Film Tunggu Aku Sukses Nanti, Kisah Anak Muda Pengangguran
Ia menjelaskan, wilayah Sulawesi Tengah memiliki tantangan keimigrasian yang kompleks, mulai dari pengawasan di pelabuhan, keberadaan warga negara asing, hingga tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan paspor untuk keperluan ibadah umrah dan haji.
“Untuk menjawab tantangan tersebut, dibutuhkan personel yang cukup dan kompeten. Karena itu, penataan organisasi dan pengisian jabatan yang kosong menjadi langkah penting,” jelasnya saat diwawancarai.
Arief menyebutkan, sebanyak 44 pejabat manajerial dan non manajerial telah dilantik dan ditempatkan di sejumlah unit kerja yang tersebar di wilayah Sulawesi Tengah.
Baca juga: Pemicu Guru SMK Jambi Dikeroyok, Nasihat Jangan Bertingkah Berujung Aksi Lempar Batu
“Dengan terisinya jabatan-jabatan tersebut, kami berharap pelayanan kepada masyarakat dan pengawasan keimigrasian dapat semakin optimal,” pungkasnya.(*)
Sulawesi Tengah
Kanwil Ditjen Imigrasi Sulteng
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu
Arief Hazairin Satoto
Arief
| Kepala Komnas HAM Sulteng Dimutasi ke Papua Usai Tudingan Keterlibatan Tambang di Poboya Palu |
|
|---|
| Sentil Perintah Prabowo Soal IUP di Hutan Lindung, Muhammad Safri Minta Pusat Tak Tebang Pilih |
|
|---|
| Klarifikasi RSUD Undata Palu, Optimalisasi Layanan Digital untuk Rujukan Lebih Cepat |
|
|---|
| Soroti Pembukaan Kembali Tambang Maut Hengjaya, Safri: Nyawa Pekerja Bukan Tumbal Investasi |
|
|---|
| RSUD Undata Palu Gelar Operasi Transkateter Perdana, Pasien Jantung Tak Perlu Lagi Dirujuk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Kakanwil-Imigrasi-Sulteng-Tekankan-Etika-Budaya-Lokal.jpg)