Senin, 27 April 2026

Morowali Hari Ini

Dinas PMDP3A Morowali Berikan Pendampingan Psikologis untuk Korban Pelecehan Asal Menui

Pendampingan sejak proses pemeriksaan hingga memastikan korban kembali dengan aman ke Menui Kepulauan.

|
Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: mahyuddin
Handover
PMDP3A MOROWALI - Kepala Dinas PMDP3A Morowali Abdul Malik Hafid. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Perlindungan Perempuan dan Anak (PMDP3A) Kabupaten Morowali memberikan perlindungan dan pendampingan menyeluruh terhadap korban dugaan pelecehan anak di Kecamatan Menui Kepulauan. 

Ringkasan Berita:
  • Korban mendapat pelecehan sejak kelas 6 SD
  • Korban yang kini duduk di bangku kelas 3 SMP diancam korban dengan penyebaran video
  • Korban mengetahui aksi pelaku setelah video beredar
  • Keluarga korban minta keadilan

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet 

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Perlindungan Perempuan dan Anak (PMDP3A) Kabupaten Morowali memberikan perlindungan dan pendampingan menyeluruh terhadap korban dugaan pelecehan anak di Kecamatan Menui Kepulauan.

Kepala Dinas PMDP3A Morowali Abdul Malik Hafid mengatakan, pendampingan sejak proses pemeriksaan hingga memastikan korban kembali dengan aman ke Menui Kepulauan.

“Setelah selesai pemeriksaan, kami dari dinas mengantar kembali ke Menui Kepulauan, sekaligus mendampingi korban agar bisa dilakukan pendekatan secara personal melalui psikolog,” ujar Abdul Malik Hafid saat diwawancarai TribunPalu.com di ruang kerjanya, Senin (19/1/2026).

Ia menjelaskan, pendampingan psikologis sangat penting agar kondisi mental korban tidak terganggu, terlebih korban masih berstatus sebagai anak di bawah umur yang membutuhkan bimbingan dan perlindungan khusus.

Baca juga: Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Anak di Menui Kepulauan Masuk Tahap Gelar Perkara

“Pendampingan ini dilakukan supaya pemikiran anak tidak terganggu dengan kondisi yang dialami, apalagi korban masih membutuhkan bimbingan sebagai anak,” jelasnya.

Abdul Malik Hafid menambahkan, korban saat ini sudah berada di Menui Kepulauan bersama keluarga. 

Meski demikian pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi korban.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendampingan terhadap korban kekerasan perempuan dan anak merupakan tanggung jawab Dinas PMDP3A Morowali

Oleh karena itu, pihaknya menerapkan sistem jemput bola dalam setiap penanganan kasus.

“Apabila ada kasus-kasus seperti ini, kami jemput bola. Kami antar langsung ke alamatnya, setelah aman baru kami kembali. Dan setelah itu tetap kami monitor perkembangan korban,” jelas Abdul Malik.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi di wilayah Menui Kepulauan maupun daerah lain di Kabupaten Morowali.

“Ke depan, kami akan terus menjaga agar permasalahan-permasalahan seperti ini bisa dicegah, sehingga Menui Kepulauan tetap menjadi wilayah yang aman, baik bagi perempuan maupun anak,” tutupnya.

Baca juga: DPRD Donggala Awasi Efektivitas Manajemen Aset 2024–2025 Lewat Pembentukan Pansus I

Peristiwa itu diketahui keluarga korban setelah video persetubuhan viral.

Korban pun menyampaikan bahwa pelaku menodainya sejak duduk di bangku kelas 6 SD.

Kini korban duduk di bangku kelas 3 SMP.

Video itu dipakai pelaku untuk pengancaman agar korban tidak membongkar kelakuan bejatnya.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved