PDIP Sulteng
Fraksi PDIP DPRD Kota Palu Tegak Lurus Tolak Pemilihan Kepala Daerah oleh DPRD
Ia menegaskan bahwa seluruh kader PDIP solid dan tegak lurus mengikuti arahan Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri.
Penulis: Robit Silmi | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Instruksi Pusat: Sikap ini merupakan instruksi langsung dan tegak lurus dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang berlaku bagi seluruh kader di semua tingkatan.
- Menjaga Marwah Reformasi: Pemilihan langsung dianggap sebagai buah manis perjuangan reformasi 1998 yang berhasil meruntuhkan era Orde Baru. Mengembalikan pemilihan ke DPRD dinilai mengkhianati sejarah demokrasi.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi
TRIBUNPALU.COM, PALU - Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Palu menegaskan sikap tegas menolak wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD.
Sikap tersebut disampaikan langsung Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Palu, Moh Haekal Ishak saat ditemui di Kantor DPRD Kota Palu, Jl Moh Hatta, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Selasa (20/1/2026).
Ia menegaskan bahwa seluruh kader PDIP solid dan tegak lurus mengikuti arahan Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri.
Haikal menegaskan, penolakan tersebut bukan tanpa alasan.
Baca juga: Dinas PMD P3A Morowali Imbau Keluarga Perkuat Pendidikan Agama Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak
Menurutnya, pemilihan kepala daerah secara langsung merupakan hasil perjuangan panjang bangsa Indonesia dalam proses reformasi yang tidak boleh dikhianati.
“Sikap kami jelas. Seluruh unsur pimpinan partai, baik pusat, provinsi, kabupaten maupun kota, sepakat menolak pemilihan gubernur oleh DPRD. Ini sesuai dengan arahan Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri,” kata Haekal.
Kata Haekal, Ketua Umum PDIP menekankan bahwa sistem pemilihan langsung merupakan hasil perjuangan berat bangsa Indonesia dalam keluar dari era Orde Baru menuju Reformasi.
“Ibu Ketua Umum mengingatkan kita semua, bahwa reformasi itu tidak lahir begitu saja. Banyak pengorbanan, bahkan nyawa, yang menjadi harga mahal untuk memperjuangkan demokrasi. Jangan sampai demi kepentingan sesaat, kita melupakan sejarah,” ujarnya.
Baca juga: Gelombang Tinggi, Rumah Warga Bunta Banggai Diterjang Banjir Rob
Haekal yang merupakan alumni Universitas Trisakti juga menyinggung peristiwa kelam perjuangan reformasi 1998.
Ia mengingatkan bagaimana mahasiswa, termasuk dari Trisakti, menjadi korban kekerasan dalam memperjuangkan perubahan sistem pemerintahan.
“Sebagai alumni Trisakti, saya sangat memahami bagaimana perjuangan dari Orde Baru ke Reformasi. Ada rekan-rekan mahasiswa yang gugur ditembus peluru. Karena itu, PDI Perjuangan akan tetap berdiri tegak lurus menolak wacana ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, sikap PDIP bukan sekadar kepentingan politik, melainkan bentuk komitmen menjaga nilai-nilai demokrasi yang telah diperjuangkan oleh para pendiri bangsa dan para pejuang reformasi. (*)
| Yosepina Iryani Soroti Jembatan Limpas Batunobota, Desak Pembangunan Jembatan Permanen 2026 |
|
|---|
| Enos DPRD Sigi Turun Langsung Gotong Royong Bangun Mushollah di Desa Doda |
|
|---|
| Nikolas Birro Allo Dorong Perbaikan Irigasi Sungai Wuno untuk Petani |
|
|---|
| PDIP Sulteng Turun Tangan, Pergeseran Tanah di Buol Lumpuhkan Jalan dan Air Bersih |
|
|---|
| Anggota Fraksi PDIP DPRD Sulteng dan Buol Tinjau Pergeseran Tanah Momunu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/WhatsApp_Image_2026-01-21_at_11_13_44jpeg.jpg)