Rabu, 20 Mei 2026

PDIP Sulteng

PDIP Sulteng Turun Tangan, Pergeseran Tanah di Buol Lumpuhkan Jalan dan Air Bersih

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan hidup dari sektor perkebunan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Supriyanto | Editor: Fadhila Amalia
Handover/Handover
PDIP SULTENG - Legislator PDIP Provinsi Sulteng, Risnawati meninjau lokasi pergerakan tanah yang terjadi di beberapa Desa di Kecamatan Momunu, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. 

Ringkasan Berita:
  • Pergerakan tanah sepanjang ±1 km di Kecamatan Momunu merusak lahan perkebunan, menumbangkan pohon, serta memutus pipa air yang melayani beberapa desa.
  • Akses jalan utama rusak parah sehingga distribusi hasil pertanian seperti jagung dan kelapa sawit terhenti, menyebabkan hasil panen menumpuk.
  • BPBD, kepolisian, dan BMKG turun langsung ke lokasi, sementara pemerintah daerah dan pihak terkait berupaya memperbaiki infrastruktur serta mencegah dampak lanjutan.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok

TRIBUNPALU.COM, PALU - Legislator PDIP Sulteng, Risnawati meninjau lokasi pergerakan tanah yang terjadi di beberapa Desa di Kecamatan Momunu, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Ia meninjau lokasi yang terdampak itu bersama Fraksi PDIP Buol, Arista dalam menanggapi laporan masyarakat diterima, Minggu (22/3/2026) malam.

Baca juga: Anggota Fraksi PDIP DPRD Sulteng dan Buol Tinjau Pergeseran Tanah Momunu

Panjang area terdampak diperkirakan mencapai kurang lebih 1 Kilometer.

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan hidup dari sektor perkebunan.

Kejadian tersebut berlangsung di area lahan perkebunan milik warga.

Akibatnya, sejumlah pohon tumbang dan posisi lahan mengalami pergeseran yang cukup signifikan.

Kondisi ini memperparah situasi karena tanah masih terus bergerak hingga saat ini.

Dampak lain dari pergerakan tanah ini adalah terputusnya jaringan pipa air yang selama ini mengaliri empat desa di wilayah tersebut.

Hal ini membuat kebutuhan air bersih masyarakat terganggu secara langsung.

Tidak hanya itu, satu-satunya akses jalan kantong produksi yang digunakan masyarakat untuk aktivitas ekonomi juga mengalami kerusakan parah.

Jalan tersebut merupakan jalur utama bagi warga dalam mengangkut hasil perkebunan mereka.

Baca juga: Anggota DPRD Banggai Fraksi PDIP I Made Dharma Bantu Korban Kebakaran di Tompotika Makmur

"Ada beberapa Desa yang terdampak akibat lumpuhnya akses jalan tersebut yakni Desa Mangubi, Desa Tongan, Desa Potugu, dan Desa Lamadong, Desa Pujimulyo dan beberapa Desa lainnya," katanya pada Senin (23/3/2026).

Risnawati mengatakan bahwa seluruh aktivitas distribusi hasil pertanian dari desa-desa tersebut terhenti total.

Kondisi ini menyebabkan masyarakat tidak dapat mengangkut hasil perkebunan mereka.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved