Minggu, 3 Mei 2026

Sulteng Hari Ini

Anwar Hafid Targetkan Kantor Pemerintah Sulteng Bebas Energi Fosil Tahun Ini

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan komitmen daerahnya untuk meninggalkan penggunaan bahan bakar fosil dan batu bara.

Tayang:
Penulis: Zulfadli | Editor: Lisna Ali
BIRO ADMINISTRASI PIMPINAN
TRANSISI ENERGI - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan komitmen daerahnya untuk meninggalkan penggunaan bahan bakar fosil dan batu bara. Sebagai langkahnya, Pemerintah mempercepat Transisi Energi dengan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di seluruh gedung pemerintahan. 
Ringkasan Berita:
  • Anwar Hafid mendorong transisi energi bersih dengan menyiapkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai pengganti pembangkit berbasis fosil dan batu bara
  • Pemprov Sulteng telah menggandeng badan usaha milik Al-Khairaat untuk membangun PLTS yang mulai diterapkan di sejumlah kantor pemerintahan.
  • Penggunaan PLTS dinilai ramah lingkungan serta mampu menekan biaya listrik hingga sekitar 40 persen dan ditargetkan diterapkan di seluruh kantor pemerintahan tahun ini

TRIBUNPALU.COM - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan komitmen daerahnya untuk meninggalkan penggunaan bahan bakar fosil dan batu bara.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mempercepat Transisi Energi dengan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di seluruh gedung pemerintahan.

"Ke depan, tidak ada lagi pembangkit listrik menggunakan fosil di Sulteng. Kita fokus mengembangkan PLTS sebagai sumber energi alternatif yang berkelanjutan," ujar Anwar Hafid usai dilantik sebagai Ketua Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Sulawesi Tengah di Ballroom Best Western Hotel, Palu, Senin (26/1/2026).

Pemprov Sulteng telah menjalin kerja sama dengan badan usaha milik Al-Khairaat untuk memasang panel surya di atap-atap kantor dinas.

Baca juga: Buka Rakerda BPN Jatim, Sekjen ATR/BPN Tekankan Kedisiplinan Perencanaan Anggaran

Saat ini, penggunaan PLTS sudah mulai diterapkan di Kantor Gubernur, sementara gedung DPRD Sulteng masih dalam tahap pembangunan.

Anwar menargetkan seluruh kantor pemerintahan di Sulawesi Tengah sudah beralih ke energi surya sepenuhnya pada tahun ini.

Selain faktor kelestarian lingkungan, transisi ini diklaim mampu memberikan efisiensi anggaran yang signifikan.

Pemanfaatan energi surya diprediksi dapat menekan biaya operasional listrik hingga 40 persen.

"Atap kantor akan dibangun PLTS sehingga bisa mengurangi pembiayaan listrik kita sampai 40 persen. Efisiensi ini nantinya memperkuat anggaran untuk program pembangunan lainnya," jelas Anwar.

Baca juga: Rektor Untad Apresiasi Dampak Program Berani Cerdas: Solusi Tingkatkan Kualitas SDM Daerah

Efisiensi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengelolaan anggaran pemerintah daerah untuk mendukung berbagai program pembangunan lainnya.

Dengan demikian, penggunaan pembangkit listrik berbasis fosil dan batu bara dapat ditinggalkan secara bertahap.

“Insya Allah tahun ini akan kami realisasikan di seluruh kantor di Sulawesi Tengah. Ke depan kita tidak lagi menggunakan pembangkit listrik tenaga fosil atau batu bara,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved