Warga Sigi Diduga Tewas Terlilit Ular
Warga Sigi Tewas Diduga Diterkam Ular, Ketua Evolux IDN Ingatkan Waspada Saat Berkebun
Potensi perjumpaan antara manusia dan ular tidak dapat sepenuhnya dihindari, meskipun kewaspadaan telah dilakukan.
Penulis: Andika Satria Bharata | Editor: Fadhila Amalia
Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat berkebun, khususnya di area yang banyak terdapat tumpukan daun kering, semak-semak, serta lokasi yang jarang dilalui manusia karena berpotensi menjadi tempat persembunyian ular.
Baca juga: Raker FTIK UIN Datokarama Palu di Sigi Fokus Akselerasi Kelembagaan dan Daya Saing Global
Selain itu, Youssel juga menjelaskan bahwa banyaknya hewan herbivora atau pengerat di suatu wilayah dapat menjadi indikator keberadaan predator di rantai makanan, termasuk ular.
“Jika di suatu wilayah banyak hewan pengerat, maka predator di atasnya pasti ada. Ular biasanya menjadi lebih agresif saat lapar atau ketika berada dalam kondisi terdesak,” tambahnya.
Ia berharap peristiwa ini dapat menjadi pembelajaran bersama bagi masyarakat agar lebih memahami risiko aktivitas di alam terbuka serta meningkatkan pengetahuan dasar mengenai perilaku satwa liar, guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Evolux-Project-Petakan-29-Spesies-Ular-dan-Ekotipe-Unik-di-Sigi-Hingga-Lembah-Palu.jpg)