Rabu, 22 April 2026

Morowali Hari Ini

Kasus ISPA di Morowali Meningkat Sejak 2020, Dinkes P2KB: Tahun 2026 Lonjakan Lebih Terkendali

Dari total tersebut, lanjut Nurasiah, sebagian besar kasus ISPA terjadi di Kecamatan Bahodopi, dengan jumlah mencapai sekitar 64 ribu kasus.

Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: Fadhila Amalia
Ismet/TribunPalu/Ismet Togean 20
Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Krisis Kesehatan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Morowali, Nurasiah Musa. 
Ringkasan Berita:
  • Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Morowali meningkat sejak 2020, dengan lonjakan signifikan pada 2024-2025. Namun, pada 2026, kenaikan kasus tidak sebesar tahun sebelumnya.
  • Sebagian besar kasus ISPA terjadi di Kecamatan Bahodopi, dengan total 81.261 kasus tercatat pada 2025.
  • Dinkes P2KB Morowali aktif melakukan pemantauan, penanganan medis, serta sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pencegahan ISPA.

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet 

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI – Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Krisis Kesehatan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Morowali, Nurasiah Musa, mengungkapkan bahwa kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Morowali mengalami peningkatan sejak tahun 2020 hingga 2026.

Menurut Nurasiah, meskipun terjadi peningkatan, lonjakan kasus ISPA pada tahun 2026 tidak sebesar peningkatan yang terjadi pada periode sebelumnya.

Baca juga: BEI Sulawesi Tengah Bahas Pentingnya Investasi Pasar Modal di UIN Palu

“ISPA ini memang sejak 2020 sampai 2026 terjadi peningkatan kasus. Namun seperti yang saya sampaikan sebelumnya, untuk 2026 peningkatannya tidak sesignifikan peningkatan kasus dari 2024 ke 2025,” ujar Nurasiah Musa saat diwawancarai Tribunpalu.com, Senin (9/10/2026).

Berdasarkan data Dinkes P2KB Morowali, jumlah kasus ISPA pada tahun 2025 tercatat mencapai 81.261 kasus.

“Untuk kondisi kasus kita di 2025 kemarin sebanyak 81.261 kasus,” ungkapnya.

ilustrasi ISPA
ilustrasi ISPA (KlikDokter)

Dari total tersebut, lanjut Nurasiah, sebagian besar kasus ISPA terjadi di Kecamatan Bahodopi, dengan jumlah mencapai sekitar 64 ribu kasus.

Selain melakukan pemantauan dan penanganan medis, Nurasiah menambahkan bahwa pihaknya juga aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan.

“Pihak kami juga melakukan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat dengan mengandalkan media cetak, seperti pemasangan baliho maupun spanduk,” jelasnya.

Baca juga: Kanwil BPN Sulteng Laksanakan Monitoring, Evaluasi, dan Pembinaan di Kantah Banggai Kepulauan

Ia berharap melalui upaya tersebut, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit ISPA dapat terus meningkat, terutama di wilayah dengan angka kasus yang tinggi.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved