Kamis, 9 April 2026

Morowali Hari Ini

Kasus TBC di Morowali Terus Meningkat, 2025 Capai 693 Kasus

Berdasarkan data kasus TBC per puskesmas dan fasilitas layanan kesehatan, total kasus pada 2020 tercatat sebanyak 220 kasus. 

|
Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: Regina Goldie
TribunPalu.com/Ismet Togean 20
Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Krisis Kesehatan Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Morowali, Nurasiah Musa. 
Ringkasan Berita:
  • Jumlah kasus TBC di Kabupaten Morowali menunjukkan peningkatan signifikan sejak 2020 hingga 2025.
  • Nurasiah Musa mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala TBC seperti batuk lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, dan demam berkepanjangan. Pemeriksaan dini dan kepatuhan dalam pengobatan penting untuk memutus rantai penularan TBC.

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet 

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI – Jumlah kasus Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Morowali menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam enam tahun terakhir, terhitung sejak 2020 hingga 2025.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Krisis Kesehatan Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Morowali, Nurasiah Musa, saat diwawancarai TribunPalu.com.

Berdasarkan data kasus TBC per puskesmas dan fasilitas layanan kesehatan, total kasus pada 2020 tercatat sebanyak 220 kasus. 

Jumlah tersebut meningkat menjadi 311 kasus pada 2021, lalu kembali naik pada 2022 menjadi 392 kasus.

Tren peningkatan berlanjut pada 2023 dengan 489 kasus, kemudian melonjak tajam pada 2024 menjadi 691 kasus, dan kembali bertambah pada 2025 dengan total 693 kasus.

Pada 2025, RSUD Morowali menjadi penyumbang kasus TBC terbanyak dengan 412 kasus, meningkat dibandingkan 409 kasus pada 2024. 

Sementara itu, Puskesmas Bahodopi juga mencatat angka cukup tinggi yakni 124 kasus pada 2025, naik dari 85 kasus pada 2024.

Baca juga: Kasus Diare di Morowali Capai 3.080 Kasus pada 2025, Bahonsuai Tertinggi

Kasus TBC lainnya tercatat di Puskesmas Bahomotefe sebanyak 23 kasus, Laantula Jaya 22 kasus, Bungku 18 kasus, serta Lafue 17 kasus. 

Adapun puskesmas lain seperti Ulunambo, Tanjung Harapan, Kaleroang, Fonuasingko, Wosu, dan Bahonsuai melaporkan jumlah kasus yang relatif lebih rendah, meski tetap mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun.

Nurasiah mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan gejala TBC seperti batuk lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, dan demam berkepanjangan.

Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan dini serta kepatuhan menjalani pengobatan hingga tuntas guna memutus rantai penularan TBC di Kabupaten Morowali.(*)

 

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved