Morowali Hari Ini
Dinas Kesehatan Morowali Fokus Percepatan Penanggulangan TBC
Menurut Nurasiah, percepatan penanggulangan TBC merupakan bagian dari program prioritas nasional yang juga menjadi fokus.
Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Krisis Kesehatan Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Morowali, Nurasiah Musa, menyatakan bahwa Tuberkulosis (TBC) menjadi salah satu prioritas penanggulangan di Kabupaten Morowali, seiring dengan program prioritas nasional dari Presiden.
- Nurasiah menekankan pentingnya percepatan penanggulangan TBC, termasuk melalui program screening TBC di lingkungan perusahaan, mengingat potensi penularan yang tinggi di tempat kerja yang padat karyawan.
Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet
TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Krisis Kesehatan Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Morowali, Nurasiah Musa, menegaskan bahwa Tuberkulosis (TBC) menjadi salah satu penyakit yang paling mendapat perhatian serius di daerah ini.
Menurut Nurasiah, percepatan penanggulangan TBC merupakan bagian dari program prioritas nasional yang juga menjadi fokus di tingkat daerah.
“Yang paling penting sebenarnya adalah TBC. Kami menindaklanjuti salah satu program prioritas Bapak Presiden terkait percepatan penanggulangan TBC. Jadi kita upayakan di dalam perusahaan ada program screening TBC bagi karyawan,” ujar Nurasiah saat diwawancarai TribunPalu.com di ruang kerjanya, Kantor Dinkes Morowali, Senin (9/2/2026).
Ia menjelaskan, lingkungan kerja dengan jumlah karyawan yang padat memiliki risiko tinggi terhadap penularan TBC.
Baca juga: Sebagian Wilayah Parigi Moutong Mulai Diguyur Hujan, Sebagian Masih Kering
Penyakit ini dinilai lebih cepat menular dibandingkan penyakit lainnya.
“Mengingat kepadatan karyawan sangat berisiko untuk penularan. Apalagi TBC ini cepat menular, tidak sama dengan penyakit lain,” jelasnya.
Selain di lingkungan kerja, risiko penularan juga tinggi di tempat tinggal para pekerja, khususnya di kos-kosan dengan kapasitas terbatas namun dihuni banyak orang.
“Biasanya satu kamar kos ukuran 4x4 meter bisa dihuni lebih dari empat orang, bahkan lima sampai enam orang. Ini juga sangat berisiko menjadi sumber penularan TBC,” tambahnya.
Baca juga: Kanwil Kemenkum Sulteng Gelar Pelatihan Paralegal Serentak, Tingkatkan Kualitas Bantuan Hukum
Selain program screening, Dinas Kesehatan juga mendorong upaya promotif melalui penyediaan media edukasi di lingkungan perusahaan.
“Kami minta perusahaan selalu memasang media-media cetak, baik berupa baliho maupun poster, yang mengingatkan karyawan. Bisa juga dipasang di lingkungan tempat tinggal atau kawasan industri sebagai bentuk pencegahan,” ujarnya.
Melalui kombinasi deteksi dini dan edukasi berkelanjutan, Nurasiah berharap angka kasus TBC di Kabupaten Morowali dapat ditekan secara signifikan. (*)
| Dua Warga Jadi Korban Pembacokan di Desa Bahoruru, Satreskrim Polres Morowali Buru Pelaku |
|
|---|
| Ribuan Warga Serbu Halal Bihalal Gubernur Sulteng di Morowali |
|
|---|
| Tradisi Monsuna di Togean, Warisan Sakral Suku Bobongko |
|
|---|
| Huabao Resmikan 3 Masjid di Lingkar Industri Morowali, Bupati: Simbol Kemajuan Daerah |
|
|---|
| Kades Bahomoahi Apresiasi Respons Bupati Morowali, Segera Turunkan Tim di Lokasi Pemalangan Jalan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/IMG_2150jpeg.jpg)