Senin, 13 April 2026

Ramadan 2026

Tak Diproduksi di Banggai, Harga Minyak Goreng Jadi Atensi TPID

Stok beras, minyak goreng, dan gula diperkirakan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat saat Ramadan, Imlek, dan Idul Fitri. 

Penulis: Alisan | Editor: mahyuddin
TribunPalu.com/Alisan
PASAR MURAH - Lapak pedagang bahan pokok di Pasar Murah di Jl Ir Soekarno, Kelurahan Luwuk, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Minyak goreng menjadi perhatian Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pemerintah Kabupaten Banggai jelang Ramadan 2026. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alisan Lasande  

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Minyak goreng menjadi perhatian Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pemerintah Kabupaten Banggai jelang Ramadan 2026.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Banggai Natalia Patolemba mengonfirmasi, minyak goreng didatangkan dari Pulau Jawa.

Lalu dari Kota Palu menuju Banggai sampai di tangan pengecer.

"Fokus kami minyak goreng," katanya, Jumat (13/2/2026).

Ia mengatakan, pedagang telah diingatkan agar tak menaikkan komoditas di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Baca juga: Libur Panjang 1 Ramadan dan Imlek, Polres Banggai Siagakan 268 Personel

Sebab, tim siber khusus pangan akan terus memantau. 

Saat Gerakan Pangan Murah di Jl Urip Sumoharjo, Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk, Jumat pagi terdapat minyak goreng Minyakita dari Bulog.

Totalnya seribu liter, dijual kepada masyarakat sebesar Rp10 ribu per liter.

Kepala Perum Bulog Cabang Luwuk Muhammad Sofiyan Sohilauw, menegaskan stok beras, minyak goreng, dan gula diperkirakan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat saat Ramadhan 1477 Hijriyah, Imlek, dan Idul Fitri. 

Hal ini ditegaskan Sofiyan saat rapat koordinasi High Level Meeting di Halimun, Kantor Bupati Banggai, Kelurahan Tombang Permai, Kecamatan Luwuk Selatan, Sulawesi Tengah, Kamis (12/2/2026).

Baca juga: Jelang Ramadan, Dinas Ketahanan Pangan Banggai Laksanakan Gerakan Pangan Murah

Wakapolres Banggai, Kompol Frangky Jefry Rey menegaskan, Satgas Pangan Polres tetap mendalami dan menindaklanjuti informasi.

Terutama terkait dugaan perilaku curang atas komoditas untuk keuntungan pribadi.

"Kami akan membuat jadwal dan sidak ke pasar atau gudang guna mencegah penimbunan barang tertentu," ujar Kompol Frangky.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved