Senin, 8 Juni 2026

Ramadan 2026

Alkhairaat Prediksi 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Posisi hilal pada 17 Februari 2026 tidak memenuhi kriteria Imkanur Rukyat MABIMS, yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat.

Tayang:
Penulis: Robit Silmi | Editor: Fadhila Amalia
Handover/Handover
PREDIKSI - Lajnah Falakiyah Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo memprediksi awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, dengan awal puasa dimulai pada malam Kamis. 
Ringkasan Berita:
  • Lajnah Falakiyah Alkhairaat memprediksi awal Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, berdasarkan hasil hisab awal bulan Ramadhan yang dilakukan di Gedung Hilal BMKG, Kabupaten Donggala.
  • Pada 17 Februari 2026, hilal tidak dapat terlihat karena posisi bulan masih berada di bawah ufuk, dengan ketinggian hilal tercatat minus 1 derajat 35 menit.
  • Meskipun demikian, penetapan resmi awal Ramadhan akan menunggu hasil sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama RI.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi

TRIBUNPALU.COM, PALU - Lajnah Falakiyah Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo memprediksi awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, dengan awal puasa dimulai pada malam Kamis.

Prediksi tersebut disampaikan berdasarkan hasil hisab awal bulan Ramadhan 1447 Hijriah dilakukan Lajnah Falakiyah Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo di Gedung Hilal milik BMKG, Desa Marana, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Senin 16 Februari 2026, Emas Antam Turun di Awal Pekan, Cek Harga Terbaru

Ketua Lajnah Falakiyah Alkhairaat, Muhammad Syarif Hidayatullah, menjelaskan bahwa pada Selasa, 17 Februari 2026, bertepatan dengan 29 Syakban 1447 H, posisi hilal masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam.

“Berdasarkan data hisab, ijtima’ akhir Syakban terjadi pada pukul 20.01 WITA. Sementara saat matahari terbenam pukul 18.18 WITA, posisi bulan sudah terbenam lebih dahulu pada pukul 18.12 WITA,” jelasnya dalam keterangan surat resmi beredar, di terima TribunPalu.com, Senin (16/2/2026).

Dari hasil perhitungan, tinggi hilal mar’i tercatat minus 1 derajat 35 menit 35 detik, dengan elongasi bulan hanya 1 derajat 19 menit 45 detik dan fraksi iluminasi sebesar 0,03 persen. 

Kondisi tersebut menunjukkan hilal tidak mungkin terlihat.

Dengan demikian, posisi hilal pada 17 Februari 2026 tidak memenuhi kriteria Imkanur Rukyat MABIMS, yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

ilustrasi puasa bersama
ILUSTRASI PUASA. (Pinterest/afifa art)

“Atas dasar itu, bulan Syakban 1447 H digenapkan menjadi 30 hari (istikmal), sehingga 1 Ramadhan 1447 H berpotensi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026,” tulisnya.

Baca juga: Akar Masalah Konflik Tambang Poboya, Musliman Soroti Kendala Perda serta UU Kehutanan

Meski demikian, Lajnah Falakiyah Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo menegaskan bahwa penetapan resmi awal Ramadhan tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar oleh Kementerian Agama RI.

Penetapan hasil hisab ini ditandatangani dan ditetapkan di Dolo, pada 14 Februari 2026 oleh Ketua Lajnah Falakiyah Alkhairaat.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved