Sabtu, 25 April 2026

Sulteng Hari Ini

Kukuhkan Pengurus KKB Sulteng, Anwar Hafid Gaungkan Solidaritas dan Pendataan Warga Bungku

Ia juga menginstruksikan agar dilakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh warga keluarga besar Bungku.

Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
TribunPalu.com/Zulfadli
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengukuhkan Pengurus Kerukunan Keluarga Bungku (KKB) Provinsi Sulawesi Tengah di Sriti Convention Hall, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat, Senin (16/2/2026) malam. 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengukuhkan Pengurus Kerukunan Keluarga Bungku (KKB) Sulteng periode 2026–2029 di Palu.
  • Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya memperkuat solidaritas dan semangat tolong-menolong antarwarga Bungku, serta menginstruksikan pendataan menyeluruh anggota sebagai basis penguatan organisasi.
  • Anwar Hafid juga mengingatkan pentingnya menjaga filosofi Tepe Asa Maroso dan kearifan lokal sebagai landasan membangun kebersamaan dan kemajuan masyarakat.
 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengukuhkan Pengurus Kerukunan Keluarga Bungku (KKB) Provinsi Sulawesi Tengah di Sriti Convention Hall, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat, Senin (16/2/2026) malam. 

Dalam kesempatan itu, akademisi Arifuddin La Musa resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum KKB Sulteng periode 2026–2029.

Dalam sambutannya, Anwar Hafid menekankan pentingnya memperkuat solidaritas antarwarga Bungku melalui semangat tolong menolong dalam berorganisasi.

Ia juga menginstruksikan agar dilakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh warga keluarga besar Bungku, di mana pun berada.

Menurutnya, pendataan tersebut penting agar organisasi memiliki basis data yang kuat untuk mempererat silaturahmi, gotong royong, dan kepedulian sosial, khususnya bagi warga Bungku di perantauan.

Baca juga: Gong Xi Fa Cai di Perayaan Imlek, Benarkah Artinya Selamat Tahun Baru Imlek? Ini Ucapan Imlek 2026

“Yang namanya organisasi kerukunan keluarga harus ada ciri-ciri, mereka saling tolong menolong. Diundang tidak diundang dia pasti datang ke anggotanya yang susah,” ujarnya.

Gubernur juga memaparkan tiga filosofi utama masyarakat Bungku, yakni berjamaah, unggul, dan kuat.

Nilai tersebut merupakan warisan leluhur yang terangkum dalam semboyan Tepe Asa Maroso, yang berarti bersama kita kuat.

SA1001099589.jpg
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengukuhkan Pengurus Kerukunan Keluarga Bungku (KKB) Provinsi Sulawesi Tengah di Sriti Convention Hall, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat, Senin (16/2/2026) malam. (TribunPalu.com/Zulfadli)

“Bungku itu berjamaah, unggul dan kuat,” tegasnya.

Anwar Hafid turut mengingatkan pentingnya menjaga kearifan lokal agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Baca juga: Tim SAR Gabungan Selamatkan 5 Penumpang Alami Mesin Mati di Perairan Banggai Laut

“Kearifan lokal dari orangtua kita ini tidak boleh ditinggalkan. Kapan saja kita tinggalkan maka kita tidak akan maju,” katanya.

Dalam pengukuhan tersebut, sejumlah tokoh ditetapkan sebagai Dewan Kehormatan KKB, di antaranya Wakil Gubernur Sulteng Reny A Lamadjido dan Ketua TP PKK Sulteng Sry Nirwanti Bahasoan.

Acara berlangsung meriah dengan pengundian hadiah serta penampilan Gubernur yang membawakan lagu-lagu tradisional Bungku.

Turut hadir unsur Forkopimda, pejabat perangkat daerah, perwakilan kerukunan etnis di Sulawesi Tengah, serta masyarakat Bungku dari berbagai kalangan. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved