Sulteng Hari Ini
Jam Pelajaran Siswa SMA, SMK dan SLB di Sulteng Dikurangi Selama Ramadan 1447 H
Sekolah juga didorong untuk mengisi aktivitas selama Ramadan dengan kegiatan yang memperkuat nilai keimanan dan karakter siswa.
Penulis: Robit Silmi | Editor: Fadhila Amalia
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyesuaikan jam pelajaran siswa selama Ramadan 1447 H, dengan jam masuk pukul 08.00 WITA dan pulang pukul 13.00 WITA dari 23 Februari hingga 14 Maret 2026.
- Pengurangan jam belajar dilakukan untuk menyesuaikan kondisi fisik dan psikologis siswa yang menjalankan ibadah puasa.
- Sekolah didorong melaksanakan kegiatan keagamaan seperti tadarus, kultum, pesantren kilat, dan aktivitas sosial, serta bekerjasama dengan orang tua.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi
TRIBUNPALU.COM, PALU - Jam pelajaran siswa SMA, SMK, dan SLB sederajat di Sulawesi Tengah dikurangi selama bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 02 Tahun 2026 tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan mengatur penyesuaian waktu belajar selama bulan puasa.
Selama kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah berlangsung pada 23 Februari hingga 14 Maret 2026, siswa masuk sekolah pukul 08.00 WITA dan pulang pukul 13.00 WITA, dari Senin sampai Jumat.
Baca juga: Gubernur Sulteng Minta ASN Perkuat Pelayanan Publik dan Perbarui Data di Bulan Ramadan
Sekretaris Dinas Pendidikan Sulteng, Syam Zaini, mengatakan pengurangan jam pelajaran dilakukan untuk menyesuaikan kondisi fisik dan psikologis peserta didik selama menjalankan ibadah puasa.
“Pembelajaran tetap berjalan seperti biasa, namun ada penyesuaian durasi jam pelajaran agar tidak memberatkan siswa. Substansi materi tetap harus terpenuhi sesuai kurikulum yang berlaku,” ujar Syam Zaini kepada TribunPalu.com, Jumat (20/2/2026).
Ia menjelaskan, meskipun waktu belajar di sekolah lebih singkat dibanding hari normal, pihak sekolah diminta mengatur strategi pembelajaran secara efektif agar target capaian akademik tetap tercapai.
Selain kegiatan akademik, sekolah juga didorong untuk mengisi aktivitas selama Ramadan dengan kegiatan yang memperkuat nilai keimanan dan karakter siswa.
Kegiatan seperti tadarus Al-Qur’an, kultum, pesantren kilat, serta aktivitas sosial keagamaan dianjurkan untuk dilaksanakan.
Baca juga: Ramalan Zodiak Sabtu 21 Februari 2026: Taurus Jangan Senangkan Semua Orang, Pisces Santai
Menurut ketua PGRI Sulteng itu, bulan Ramadan menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai religius, kedisiplinan, serta kepedulian sosial kepada peserta didik.
Ia juga mengimbau peran aktif orang tua dalam mendukung kebijakan tersebut dengan memastikan anak-anak tetap disiplin mengikuti pembelajaran selama Ramadan.
“Sinergi antara sekolah dan orang tua sangat dibutuhkan agar proses pendidikan selama Ramadan tetap berjalan optimal,” tegasnya.
Baca juga: 192 UMKM Lokal Kota Palu Ramaikan Pasar Ramadan hingga 18 Maret 2026
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap seluruh satuan pendidikan dapat melaksanakan penyesuaian jam pelajaran ini secara tertib, sehingga pembelajaran tetap efektif tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah puasa.(*)
PGRI Sulteng
Syam Zaini
SLB
Ramadan
1447 Hijriah
Gubernur Sulawesi Tengah
Dinas Pendidikan Sulteng
ibadah puasa
| Dugaan Aktivitas Judi Online di Lingkup Dishub Sulteng Mencuat, Kasubag: Saya Akan Sidak |
|
|---|
| BPJN Sulteng Terapkan Sistem Buka-Tutup di Jalan Tentena–Taripa Mulai 20 Mei 2026 |
|
|---|
| Jatam Sulteng Desak Audit Lingkungan, Soroti Risiko Pertambangan Batu dan Pasir di Palu-Donggala |
|
|---|
| Brigjen Pol Nasri Sulaeman Tiba di Palu, Siap Pimpin Polda Sulawesi Tengah |
|
|---|
| Aktivis PMII Sulteng Sebut Film Pesta Babi Gambarkan Realita Sosial Papua |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Syam-zaini-sekdis-pendidikan-sulteng.jpg)