Minggu, 26 April 2026

PT Vale

PT Vale IGP Morowali Jual 2,2 Juta Ton Ore di Awal 2026

PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), anggota holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID), mencatatkan performa operasional

Editor: Lisna Ali
PT VALE INDONESIA
PT VALE - Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, berhasil membukukan angka produksi dan penjualan mencapai 2,2 juta ton ore awal tahun 2026. 

TRIBUNPALU.COM - PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), anggota holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID), mencatatkan performa operasional yang baik pada awal tahun 2026.

Melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, perusahaan berhasil membukukan angka produksi dan penjualan mencapai 2,2 juta ton ore.

Ton Ore adalah satuan berat untuk bongkahan batu mentah hasil tambang, seperti nikel, emas, atau besi.

Capaian tersebut menegaskan konsistensi kinerja perusahaan di tengah situasi industri dan pasar yang tidak mudah.

Angka 2,2 juta ton ini bukan sekadar statistik, melainkan hasil dari disiplin eksekusi dan perencanaan tambang yang matang.

Keberhasilan ini mencerminkan soliditas kolaborasi lintas fungsi di seluruh lini operasional PT Vale IGP Morowali.

Baca juga: Harga Emas Terbaru Hari Ini Jumat 20 Februari 2026, Emas Antam Naik Lagi , Ini Harga Emas Terbaru

Perusahaan mampu menjaga ritme produksi meski dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem dan dinamika pasar yang fluktuatif.

Peningkatan standar kepatuhan serta tata kelola lingkungan juga menjadi fokus utama dalam mencapai target pengiriman tersebut.

Direktur dan Chief Project Officer PT Vale Indonesia, Muhammad Asril, mengatakan bahwa hasil ini adalah buah dari kerja kolektif.

“Capaian 2,2 juta ton penjualan ore pada awal tahun ini adalah buah dari kolaborasi dan komitmen bersama," kata Muhammad Asril.

Ia memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh karyawan, mitra kerja, dan kontraktor yang terlibat dalam operasional di lapangan.

IGP Morowali

Indonesia Growth Project (IGP) Morowali PT Vale Indonesia (PT Vale Indonesia)

Dukungan dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor kunci kelancaran aktivitas pertambangan.

Asril menegaskan bahwa operasional tetap berjalan baik dengan mengedepankan prinsip pertambangan yang bertanggung jawab.

Aspek keselamatan kerja tetap menjadi prioritas di atas pencapaian angka-angka produksi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved