Minggu, 3 Mei 2026

Sulteng Hari Ini

Desak Transparansi Proyek Smelter di Morowali, Safri: Jangan Jadikan Sulteng Ladang Eksploitasi

Ia juga menyinggung dugaan penjualan ore (bijih nikel) di tengah komitmen pembangunan fasilitas pemurnian.

Tayang:
Penulis: Supriyanto | Editor: mahyuddin
TribunPalu.com/Supriyanto
RAPAT DEWAN - Komisi III DPRD Sulteng kembali menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama perusahaan tambang dan OPD Lingkup Provinsi, Rabu (4/3/2026). Rapat itu digelar di lantai III gedung B DPRD Sulteng Jl Sam Ratulangi Kelurahan Besusu Tengah, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu sekitar pukul 13.45 Wita. 

Menurutnya, banyak pengusaha lokal yang memiliki kapasitas dan modal untuk bermitra dalam rantai pasok industri nikel. Ia mendorong perusahaan membuka ruang kolaborasi lebih luas agar perputaran ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat setempat.

Safri turut menyoroti pembangunan pabrik pengolahan nikel berteknologi High-Pressure Acid Leaching (HPAL) di Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali.

Ia menegaskan bahwa proyek strategis tersebut tidak boleh hanya dipandang sebagai investasi bernilai besar, melainkan harus diuji dari aspek transparansi, keselamatan kerja, dan tanggung jawab lingkungan.

Safri menegaskan bahwa DPRD Sulteng tidak menolak investasi, namun menuntut model investasi yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Safri meminta industri di Morowali transparan dalam desain pengelolaan tailing, sistem mitigasi risiko, serta jaminan pemulihan lingkungan jika terjadi insiden.

"Morowali hari ini adalah etalase hilirisasi nasional. Tapi kita tidak boleh menutup mata jika ada risiko besar yang mengintai. Industrialisasi harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan keselamatan rakyat," pungkas Safri.(*)

Sumber: Tribun Palu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved