Sabtu, 25 April 2026

Banggai Hari Ini

IGUANA Tompotika Soroti Krisis Bersih di Luwuk Utara Selama Berbulan-bulan

Ia memaparkan, sampai Maret 2026, sejumlah wilayah seperti Kelurahan Kilongan dan Desa Bumi Beringin masih krisis air bersih.

Penulis: Alisan | Editor: Regina Goldie
TribunPalu.com/Alisan
Kantor Unit Layanan PDAM Banggai di Kelurahan Kilongan, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. 

Ringkasan Berita:
  • Krisis air bersih di Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai masih terjadi hingga Maret 2026, meski hujan sudah turun dalam sepekan terakhir.
  • Wilayah yang masih terdampak antara lain Kelurahan Kilongan dan Desa Bumi Beringin.
  • Warga telah mengalami kekurangan air selama 2–3 bulan tanpa solusi jelas.
  • Kelompok masyarakat sipil IGUANA Tompotika mendesak Pemkab Banggai dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alisan Lasande

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Ternyata krisis air bersih di Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, belum teratasi.

Meski sepekan belakangan hujan telah melanda Luwuk Utara.

Krisis air bersih disoroti kelompok masyarakat sipil.

"Kami mendesak Pemkab Banggai dan pihak terkait untuk segera mengambil langkah konkret guna mengatasi krisis air bersih di Kecamatan Luwuk Utara," tegas Ketua IGUANA Tompotika, Moh Hidayat, Rabu (11/3/2026). 

Ia memaparkan, sampai Maret 2026, sejumlah wilayah seperti Kelurahan Kilongan dan Desa Bumi Beringin masih krisis air bersih.

Selama lebih dari dua hingga tiga bulan tanpa solusi yang jelas," ujarnya.

Krisis ini telah memicu gelombang protes dari warga karena merasa hak dasar terabaikan.

Terutama di tengah meningkatnya kebutuhan air selama bulan suci Ramadan.

Baca juga: Diduga Akibat Petasan Anak-anak Picu Kebakaran, 5 Rumah Terbakar di Pulau Salaka

"Organisasi kami menilai bahwa narasi faktor teknis seperti pipa tua atau debit air berkurang tak lagi cukup untuk menjelaskan penderitaan berkepanjangan," katanya.

IGUANA Tompotika menyoroti ketidakmampuan Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) dalam menyediakan kepastian layanan. 

Menurutnya, aksi warga yang mendatangi Kantor Unit Perumdam Luwuk Utara bukti puncak kekecewaan atas janji-janji perbaikan tak terealisasi.

Aksi demo dilakukan pelanggan air bersih Senin (9/2/2026) pagi.

Hidayat menjelaskan, krisis air bersih meningkatkan risiko penyebaran penyakit seperti diare dan kolera.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved