Selasa, 19 Mei 2026

Morowali Hari Ini

Nelayan Hilang di Perairan Morowali, Pencarian Hari Pertama Belum Berhasil

Korban diketahui bernama Rajudin (50), yang diduga terjatuh dari perahu saat memancing pada Minggu (15/3/2026) dini hari.

Tayang:
Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: Fadhila Amalia
Handover/Handover
NELAYAN HILANG - Dihari pertama operasi pencarian, nelayan dilaporkan hanyut di perairan Desa Lanona, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, belum berhasil ditemukan. 
Ringkasan Berita:
  • Rajudin (50) dilaporkan hanyut saat memancing di perairan Desa Lanona, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Minggu (15/3/2026) dini hari.
  • Tim SAR gabungan—terdiri dari Pos SAR Morowali, BPBD, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat—melakukan pencarian menggunakan perahu dan menyisir area.
  • Pencarian akan dilanjutkan besok dengan memperluas area penyisiran, menggunakan peralatan pendukung seperti perahu karet, water rescue, komunikasi, dan perlengkapan evakuasi.

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet 

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI – Dihari pertama operasi pencarian, nelayan dilaporkan hanyut di perairan Desa Lanona, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, belum berhasil ditemukan.

Korban diketahui bernama Rajudin (50), yang diduga terjatuh dari perahu saat memancing pada Minggu (15/3/2026) dini hari.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Pos SAR Morowali, BPBD Morowali, TNI, pemerintah desa, serta masyarakat setempat telah melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Baca juga: Berani Mudik Gratis Resmi Bergulir, Pemprov Sulteng Fasilitasi 1.255 Pemudik

Pencarian dilakukan dengan menyisir perairan menggunakan perahu serta memantau area sekitar lokasi rompon tempat perahu korban ditemukan.

Kepala BPBD Morowali, Bahdin Baid, yang juga terjun langsung dalam proses pencarian mengatakan, dihari pertama operasi SAR, korban belum berhasil ditemukan.

“Belum ditemukan. Pencarian akan dilanjutkan kembali besok,” ujarnya saat dikonfirmasi TribunPalu.com melalui pesan WhatsApp, Minggu (15/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa operasi pencarian terhadap korban dibuka selama tujuh hari sesuai dengan prosedur operasi SAR.

Tim SAR gabungan berencana melanjutkan pencarian dengan memperluas area penyisiran di sekitar perairan Desa Lanona.

Operasi pencarian dilakukan dengan melibatkan sejumlah peralatan pendukung seperti perahu karet, peralatan water rescue, peralatan komunikasi, serta perlengkapan evakuasi.

Baca juga: Polres Parigi Moutong Berduka, Kapolsek Ampibabo IPTU Safrin H Abdullah Tutup Usia

Tim SAR gabungan berharap korban dapat segera ditemukan.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved