Jumat, 5 Juni 2026

Mudik 2026

Ditlantas Polda Sulteng Ingatkan Jalur Rawan Longsor Saat Arus Mudik Lebaran

Selain jalur Kebun Kopi, pihak kepolisian juga telah memetakan titik rawan lain di seluruh kabupaten di Sulawesi Tengah, mulai dari rawan kecelakaan.

Tayang:
Editor: Fadhila Amalia
Faaiz/TribunPalu
KEBUN KOPI - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tengah mengungkap sejumlah jalur rawan bencana tanah longsor yang perlu diwaspadai para pemudik menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah. 
Ringkasan Berita:
  • Jalur Kebun Kopi, menghubungkan Donggala–Parigi Moutong, menjadi titik paling rawan bencana yang perlu diwaspadai pemudik.
  • Polda Sulteng menyiagakan alat berat, mobil derek, dan koordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi longsor atau gangguan di jalur rawan.
  • Pengemudi diminta tidak memaksakan diri saat lelah, mematuhi rambu lalu lintas, dan memanfaatkan pos pengamanan agar mudik aman dan selamat.

TRIBUNPALU.COM, PALU – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tengah mengungkap sejumlah jalur rawan bencana tanah longsor yang perlu diwaspadai para pemudik menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah.

Dirlantas Polda Sulteng, Kombes Pol Agung Try Widiantoro, menyebut salah satu jalur yang perlu mendapat perhatian adalah jalur Kebun Kopi yang menghubungkan Kabupaten Donggala dan Parigi Moutong.

Baca juga: Alat Berat dan Mobil Derek Disiagakan di Jalur Kebun Kopi Sulteng Selama Mudik Lebaran 2026

Jalur ini merupakan rute utama yang kerap dilalui pemudik dari Kota Palu maupun Kabupaten Donggala menuju kabupaten seperti Parigi Moutong, Morowali, Morowali Utara, Poso, hingga Tolitoli.

“Di kawasan tersebut memang sering terjadi longsor, sehingga kami telah menyiagakan alat berat serta mobil derek beserta operatornya,” ujar Agung, saat ditemui usai pelepasan peserta program Berani Mudik Gratis di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Senin (16/3/2026).

Selain jalur Kebun Kopi, pihak kepolisian juga telah memetakan titik rawan lain di seluruh kabupaten di Sulawesi Tengah, mulai dari rawan kecelakaan, rawan kemacetan, hingga rawan bencana.

Agung menekankan koordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan untuk penempatan rambu lalu lintas dan alat berat di lokasi rawan.

Ia juga mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan roda empat dan bus, untuk tidak memaksakan diri jika lelah dan memanfaatkan pos pengamanan serta pos pelayanan yang disiapkan di sepanjang jalur mudik.

Baca juga: Prediksi 143,9 Juta Pemudik, Polres Buol Siapkan Pengamanan Terpadu

“Kami mengajak para pemudik dan seluruh masyarakat di Provinsi Sulawesi Tengah untuk senantiasa tertib berlalu lintas dan mematuhi rambu-rambu yang ada, agar selamat sampai tujuan dan kembali dengan selamat,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved