Kamis, 9 April 2026

Parigi Moutong Hari Ini

Pantai Siendeng Jadi Lokasi Melasti 2026 Parigi Moutong

Mereka mengenakan pakaian adat berwarna putih dan kuning, lengkap dengan selendang yang digerakkan selaras mengikuti irama.

Editor: Regina Goldie
Handover
Pelaksaanan melasti di Pantai Desa Siendeng, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (17/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pelaksanaan ritual Melasti menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
  • Persiapan menjelang Nyepi, sebagai penyucian diri dan memperkuat hubungan spiritual umat Hindu.
  • Tidak semua pelaksanaan Melasti di luar Bali menampilkan tarian sakral, sehingga ini menjadi daya tarik budaya tersendiri.

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG – Pelaksaanan melasti di Pantai Desa Siendeng, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (17/3/2026).

Upacara ini merupakan rangkaian persiapan menjelang perayaan Hari Raya Nyepi yang akan jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026.

Nyepi tahun ini menandai masuknya Tahun Baru Saka 1948 bagi umat Hindu, yang dirayakan dengan suasana hening dan penuh makna spiritual.

Di tengah suasana khidmat, sekelompok perempuan tampil menari dengan gerakan lembut dan beriringan.

Mereka mengenakan pakaian adat berwarna putih dan kuning, lengkap dengan selendang yang digerakkan selaras mengikuti irama.

Gerakan para penari tampak sarat makna. Langkah perlahan, ayunan tangan, hingga formasi berbaris mencerminkan penghormatan dan ketulusan dalam mempersembahkan bhakti kepada Sang Pencipta.

• Prediksi Skor Chelsea vs PSG di Leg Kedua Liga Champions: Tuan Rumah Bisa Membuat Keajaiban?

Tarian tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari rangkaian upacara suci.

Dalam tradisi Hindu, tarian sakral menjadi media persembahan yang menyatu dengan ritual keagamaan.

Di sekitar lokasi, ratusan umat Hindu duduk bersila mengikuti jalannya prosesi.

Mereka menyaksikan tarian dengan penuh khusyuk, tanpa riuh, menjaga suasana tetap sakral.

Warna putih yang dikenakan penari melambangkan kesucian, sementara kain kuning identik dengan kemuliaan dan penghormatan.

Perpaduan warna ini memperkuat nuansa spiritual dalam setiap gerakan.

Tak hanya itu, selendang yang digunakan penari menjadi simbol keindahan dan keseimbangan.

Setiap gerakan selendang seolah mengalir mengikuti doa yang dipanjatkan umat.

Di lokasi, hiasan penjor yang menjulang serta payung warna-warni menambah kekayaan visual dalam prosesi tersebut.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved