Jumat, 10 April 2026

Parigi Moutong Hari Ini

Nyepi 2026 Beririsan Idul Fitri, Warga Diminta Saling Menghormati

Pemerintah menilai, tradisi tersebut tidak hanya memiliki nilai spiritual tinggi, tetapi juga menjadi simbol keharmonisan.

Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Regina Goldie
TribunPalu.com/Abdul Humul Faaiz
Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Kabupaten Parigi Moutong tahun 2026 beririsan dengan pelaksanaan Idul Fitri versi Muhammadiyah dab Pemerintah yang jatuh pada 20-21 Maret. 

Ringkasan Berita:
  • Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Parigi Moutong berdekatan dengan Idul Fitri versi Muhammadiyah (20–21 Maret 2026).
  • Pemelastian memiliki nilai spiritual tinggi dan simbol keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.
  • Masyarakat saling menghormati ibadah masing-masing demi keamanan dan kondusifitas.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Kabupaten Parigi Moutong tahun 2026 beririsan dengan pelaksanaan Idul Fitri versi Muhammadiyah dab Pemerintah yang jatuh pada 20-21 Maret.

Momentum ini mendorong pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk memperkuat toleransi dan saling menghormati antar umat beragama.

Imbauan tersebut disampaikan Bupati Parigi Moutog, Erwi Burase, melalui Wakilnya, Abdul Sahid, dalam kegiatan Pemelastian umat Hindu di Kecamatan Bolano dan Bolano Lambunu sebagai rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi.

Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong, disampaikan apresiasi kepada umat Hindu yang melaksanakan upacara Pemelastian dengan penuh khidmat.

Pemerintah menilai, tradisi tersebut tidak hanya memiliki nilai spiritual tinggi, tetapi juga menjadi simbol keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.

Baca juga: Empat Hari, 1.620 Pemudik Tinggalkan Luwuk Banggai

“Melalui momentum ini, kami mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga toleransi, apalagi perayaan Nyepi tahun ini berdekatan dengan Idul Fitri,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Menurutnya, masyarakat diharapkan dapat saling menghormati dalam menjalankan ibadah masing-masing demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Terlebih, Hari Raya Nyepi identik dengan pelaksanaan Catur Brata Penyepian yang menuntut ketenangan dan pembatasan aktivitas.

Sementara di sisi lain, umat Muslim, khususnya Muhammadiyah, akan merayakan Idul Fitri lebih awal dengan berbagai aktivitas ibadah dan silaturahmi.

Kondisi ini dinilai membutuhkan kesadaran bersama agar tidak terjadi gesekan di tengah masyarakat.

Erwin Burase menegaskan bahwa keberagaman di Parigi Moutong merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama.

Baca juga: Jelang Nyepi 2026, Umat Hindu Parigi Ingin Toleransi Antar Umat Beragama Makin Kuat

Selama ini, hubungan antar umat beragama di daerah tersebut dikenal harmonis dan penuh toleransi.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved