Idul Fitri 2026
Semarak Pawai Obor Parigimpuu, Anak-anak Jalan 2,1 Km Sambut Idul Fitri 2026
Dari halaman SD Negeri Parigimpuu, anak-anak mulai membentuk barisan rapi sambil menggenggam obor, mengenakan pakaian muslim.
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Ratusan anak-anak di Desa Parigimpuu, Parigi Barat, Parigi Moutong, memeriahkan malam takbiran dengan pawai obor keliling desa, Jumat malam (20/3/2026).
- Pawai sepanjang 2,1 km dimulai dari SD Negeri Parigimpuu dan berakhir di Masjid Assa’adah Mu’alaf, diikuti sekitar 200 peserta dari anak-anak SD-SMP dan anggota RISMA.
- Tradisi tahunan sejak 2008 ini menampilkan cahaya obor yang menerangi desa, sambil anak-anak melantunkan takbir dan menjaga kebersamaan.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG – Ratusan anak-anak di Desa Parigimpuu, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, memeriahkan malam takbiran dengan pawai obor keliling desa, Jumat (20/3/2026) malam.
Malam di Desa Parigimpuu yang biasanya sunyi berubah hangat ketika satu per satu obor bambu dinyalakan, memancarkan cahaya kuning kemerahan yang perlahan menghidupkan suasana desa.
Dari halaman SD Negeri Parigimpuu, anak-anak mulai membentuk barisan rapi sambil menggenggam obor, mengenakan pakaian muslim seperti peci dan jilbab, menandai dimulainya pawai penuh makna.
Mereka dipandu oleh penyelenggara, yang berdiri di atas mobil pickup lengkap dengan sound sistem.
Suara takbir awalnya terdengar pelan, kemudian perlahan menguat dan menggema, mengiringi langkah kaki anak-anak yang mulai berjalan meninggalkan titik awal menuju rute keliling desa.
Pawai ini menempuh jarak sekitar 2,1 kilometer, dimulai dari sekolah dan berakhir di Masjid Assa’adah Mu’alaf, yang menjadi pusat berkumpulnya seluruh peserta di akhir perjalanan.
Baca juga: Sholat Ied di Morowali Utara, Wabup Djira Ajak Masyarakat Pererat Persaudaraan
Sepanjang perjalanan, barisan panjang cahaya obor terlihat bergerak perlahan, menciptakan pemandangan dramatis yang memantulkan sinar hangat di wajah-wajah polos penuh semangat kebersamaan.
Sebagian anak tampak tersenyum lebar dan tertawa bersama teman-temannya, menikmati suasana malam yang terasa seperti petualangan sederhana namun penuh kesan dalam kebersamaan yang hangat.
Sebagian lainnya terlihat fokus menjaga nyala api obor agar tetap hidup, memegang bambu dengan hati-hati sambil memperhatikan arah angin yang sesekali berembus di sepanjang jalan.
Angin malam yang berhembus membuat api obor bergoyang, namun justru menambah keindahan visual pawai, menghadirkan suasana hangat yang kontras dengan gelapnya malam desa.
Suara takbir terus menggema di sepanjang jalan, dengan beberapa anak melantunkannya lantang penuh semangat, menciptakan energi yang membuat pawai terasa hidup dan berdenyut.
Di pinggir jalan, warga terlihat berdiri menyaksikan iring-iringan pawai, sebagian merekam dengan ponsel, sementara lainnya menikmati suasana tradisi yang terus dijaga dari generasi ke generasi.
Beberapa orang dewasa tampak berjalan di sisi barisan, mengawal jalannya pawai agar tetap tertib sekaligus memastikan anak-anak tetap aman selama menempuh perjalanan malam tersebut.
| Tradisi Montunu Lamang di Togean, Warisan Leluhur yang Tetap Lestari Saat Hari Raya |
|
|---|
| Manajemen Liga Inggris Unggah Ucapan Idulfitri Berlatar Masjid Raya Baitul Khairaat Palu |
|
|---|
| 2.216 Warga Binaan di Sulteng Diusulkan Terima Remisi Idul Fitri 2026 |
|
|---|
| Sambut Idul Fitri 1447 H, Pemkab Donggala Gelar Takbir Akbar dan Gala Cahaya Pesta Kembang Api |
|
|---|
| Idulfitri Aman di Bulagi, Polisi Jaga 8 Titik Strategis Ibadah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/s7a-dg7sa-g7a-g7g-7as.jpg)