Sulteng Hari Ini
KSOP Palu Catat 16.358 Pergerakan Penumpang Selama Periode Angkutan Lebaran 2026
Salah satunya adalah durasi masa Angkutan Lebaran yang lebih singkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Teluk Palu mencatat pergerakan penumpang di tiga pelabuhan selama periode Angkutan Lebaran 2026 mencapai 16.358 orang, mengalami penurunan sekitar 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
- Kepala KSOP Kelas II Teluk Palu, Handry Sulfian, menjelaskan bahwa penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Teluk Palu mencatat pergerakan penumpang di tiga wilayah kerjanya mencapai 16 ribu selama periode Angkutan Lebaran 2026.
Jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 14 persen dibandingkan periode Angkutan Lebaran tahun sebelumnya.
Kepala KSOP Kelas II Teluk Palu, Handry Sulfian, mengatakan total pergerakan penumpang tercatat sebanyak 16.358 orang.
Rinciannya, penumpang kedatangan mencapai 9.005 orang, sementara penumpang keberangkatan sebanyak 7.353 orang.
“Jadi jumlah total (pergerakan penumpang) 16.358 jiwa, turun sekitar 14 persen dari 2025,” kata Handry seusai memimpin apel penutupan Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 di Pelabuhan Pantoloan, Palu, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, penurunan jumlah penumpang dipengaruhi beberapa faktor.
Salah satunya adalah durasi masa Angkutan Lebaran yang lebih singkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2026, periode angkutan berlangsung selama 18 hari, sedangkan pada 2025 mencapai 22 hari.
Baca juga: Berangkat dari Luwuk, KN Sar Bhisma Cari 27 ABK KM Nazila di Laut Maluku
Selain itu, jumlah pelabuhan yang beroperasi juga memengaruhi pergerakan penumpang.
Selama periode 13 hingga 30 Maret 2026, KSOP Palu hanya mengoperasikan tiga pelabuhan, yakni Pelabuhan Donggala dan Pelabuhan Wani di Kabupaten Donggala, serta Pelabuhan Pantoloan di Kota Palu.
“Periode Angkutan Lebaran tahun ini Pelabuhan Taipa (Kota Palu) tidak beroperasi,” ujarnya.
Handry menambahkan, membaiknya konektivitas rute KM Sabuk Nusantara 89 di wilayah Sulawesi Tengah juga turut memengaruhi distribusi penumpang.
“Sulawesi Tengah ini ada beberapa UPT. Dulu mungkin karena terfokusnya di Palu jadi jumlahnya semua di Palu, tapi sekarang Kementerian Perhubungan melalui Sabuk Nusantara di wilayah beberapa Sulawesi Tengah terkonek aktivitasnya,” sebutnya.
| Pasca Idul Fitri, UIN Datokarama Palu Optimalkan Kembali Layanan Akademik |
|
|---|
| Sampaikan LKPJ 2025, Anwar Hafid Ungkap Capaian Pendidikan hingga Infrastruktur di Sulteng |
|
|---|
| Kecam Teror Aktivis Lingkungan di Tirtanagaya Parigi Moutong, Safri: Premanisme Brutal dan Biadab |
|
|---|
| Safri Sebut Maraknya PETI di Parimo Bukti Lemahnya Pengawasan dan Minimnya Alternatif Ekonomi |
|
|---|
| Hujan Es Guyur Lembah Napu Poso, BMKG Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem |
|
|---|
