Minggu, 12 April 2026

Sulteng Hari Ini

Hujan Es Guyur Lembah Napu Poso, BMKG Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

Peristiwa ini sempat direkam warga, menampilkan butiran es yang jatuh bersamaan dengan hujan di Puncak Padeha.

Editor: Fadhila Amalia
TribunPalu/Zulfadli/Zulfadli
HUJAN ES DI POSO - Prakirawan Cuaca BMKG, Fathan Labanu, saat ditemui di Kantor BMKG Mutiarq Sis Al Jufri Palu, Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Senin (30/3/2026) pagi. 
Ringkasan Berita:
  • Sabtu (28/3/2026) sore, hujan es terjadi di Lembah Napu, Kabupaten Poso, dipicu oleh pertumbuhan awan konvektif jenis cumulonimbus.
  • Hujan es bersifat lokal, biasanya muncul di daerah pegunungan. BMKG mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat, petir, dan angin kencang.
  • Kejadian hujan es bukan pertama kali; sebelumnya juga pernah dilaporkan di Lore Barat, Palolo, dan Kabupaten Banggai meski berlangsung singkat.

TRIBUNPALU.COM, POSO – Fenomena hujan es terjadi di kawasan Lembah Napu, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Sabtu (28/3/2026) sore sekitar pukul 16.00 WITA.

Peristiwa ini sempat direkam warga, menampilkan butiran es yang jatuh bersamaan dengan hujan di Puncak Padeha.

Prakirawan Cuaca BMKG Mutiara Sis Al Jufri Palu, Fathan Labanu, menjelaskan bahwa hujan es disebabkan oleh pertumbuhan awan konvektif jenis cumulonimbus.

Baca juga: BMKG Jelaskan Penyebab Hujan Es di Poso, Dipicu Awan Cumulonimbus

“Fenomena ini diawali oleh awan cumulonimbus yang menjulang tinggi dan berpotensi menimbulkan hujan lebat, petir, angin kencang, hingga hujan es,” ujarnya.

BMKG mencatat, cuaca di wilayah Napu pada pagi hingga siang hari terpantau cerah, namun memasuki sore terjadi pertumbuhan awan konvektif yang cepat.

Kristal es dalam awan turun dengan cepat akibat dorongan arus udara ke bawah, sehingga tidak sempat mencair sebelum mencapai permukaan.

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es di Batui Selatan Banggai: Dipicu Awan Cumulonimbus dan Cuaca Panas Ekstrem
ILUSTRASI HUJAN ES DI SULTENG. (Facebook/ Risda Pabilla/Handover)

Fathan menekankan bahwa hujan es bersifat lokal, biasanya terjadi di daerah pegunungan dengan ketinggian tertentu, dan bukan fenomena yang merata.

Ia juga menyebut bahwa sebelumnya hujan es sempat terjadi di Lore Barat, Palolo, dan Kabupaten Banggai.

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat terdapat peringatan dini hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang.

Baca juga: HUT ke-62 Sulteng Segera Digelar, Pemprov Fokus Promosi Komoditas Ekspor

“Dalam kondisi tertentu, cuaca ekstrem juga dapat disertai hujan es. Warga diminta berhati-hati,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved