Minggu, 19 April 2026

Morowali Hari Ini

Perjalanan Politik Herdianto Marzuki: Dari Nyaris Tersingkir hingga Puncak Pimpinan

Ia hanya berada di posisi kedua di internal Partai Nasdem di daerah pemilihannya, sementara partainya saat itu hanya memperoleh satu kursi.

Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: Regina Goldie
TribunPalu.com/Ismet Togean 20
Herdianto Marzuki, Ketua DPRD Morowali 

Ringkasan Berita:
  • Perjalanan politik Herdianto Marzuki di DPRD Morowali adalah kisah tentang jatuh bangun, ketidakpastian, dan momentum tak terduga. 
  • Dimulai pada Pemilu 2014, Herdianto gagal meraih kursi setelah berada di posisi kedua dalam internal Partai NasDem, karena kuota kursi terbatas.
  • Namun, pemekaran wilayah yang membentuk Kabupaten Morowali Utara membuka jalan baginya, dan ia akhirnya dilantik sebagai anggota DPRD pada Desember 2014 melalui mekanisme tambahan.

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet 

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Perjalanan politik Herdianto Marzuki bukan sekadar cerita tiga periode di kursi legislatif. 

Lebih dari itu, kisahnya adalah potret jatuh bangun, ketidakpastian, hingga momentum tak terduga yang mengantarkannya ke pucuk pimpinan DPRD Kabupaten Morowali.

Dalam podcastnya bersama Tribunpalu.com menceritakan.

Karier politiknya dimulai dengan kenyataan yang tidak mudah. 

Pada Pemilu 2014, Herdianto belum berhasil meraih kursi. 

Ia hanya berada di posisi kedua di internal Partai Nasdem di daerah pemilihannya, sementara partainya saat itu hanya memperoleh satu kursi.

“Waktu itu saya tidak lolos karena kuota kursi terbatas. Saya peringkat kedua di partai,” kenangnya.

Namun dinamika politik membuka jalan lain. 

Pemekaran wilayah yang melahirkan Kabupaten Morowali Utara menjadi titik balik penting. 

Baca juga: Ketua DPRD Morowali Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas, Tekankan DPRD adalah Wakil Rakyat

Pembagian kursi DPRD dari 30 menjadi masing-masing 25 kursi untuk Morowali dan Morowali Utara menciptakan kekosongan kursi yang harus diisi.

Melalui mekanisme tersebut, Herdianto masuk sebagai salah satu dari sepuluh anggota tambahan, bahkan berada di peringkat pertama. 

Ia resmi dilantik pada Desember 2014, empat bulan setelah pelantikan anggota DPRD lainnya.

Masuk dari jalur tambahan tidak membuatnya berhenti berkembang. 

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved