Jumat, 24 April 2026

Haul Guru Tua 2026

Haul ke-58 Guru Tua, Gubernur Anwar Hafid Serukan Kebangkitan Pendidikan Diniyah

Ribuan jemaah dari berbagai daerah memadati lokasi kegiatan dan mengikuti rangkaian acara dengan penuh khidmat.

|
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Handover
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid menghadiri langsung peringatan Haul ke-58 Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri di Kompleks Alkhairaat, Kota Palu, Rabu (1/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menghadiri peringatan Haul ke-58 Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri di Kompleks Alkhairaat, Kota Palu, pada Rabu (1/4/2026). 
  • Ribuan jemaah dari berbagai daerah memadati acara ini yang mengangkat tema “Meneguhkan Spirit Keteladanan Guru Tua dalam Bingkai Ilmu dan Akhlak.”
  • Anwar Hafid, yang mendampingi Ketua Utama Alkhairaat, Alwi bin Saggaf bin Muhammad Al-Jufri, mengungkapkan bahwa peringatan haul bukan hanya rutinitas tahunan.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid menghadiri langsung peringatan Haul ke-58 Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri di Kompleks Alkhairaat, Kota Palu, Rabu (1/4/2026).

Ribuan jemaah dari berbagai daerah memadati lokasi kegiatan dan mengikuti rangkaian acara dengan penuh khidmat.

Dalam kesempatan itu, Anwar Hafid mendampingi Ketua Utama Alkhairaat, Alwi bin Saggaf bin Muhammad Al-Jufri pada peringatan yang mengangkat tema “Meneguhkan Spirit Keteladanan Guru Tua dalam Bingkai Ilmu dan Akhlak”.

Di hadapan jemaah, Anwar Hafid menegaskan bahwa kehadiran masyarakat dalam haul bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk kecintaan mendalam kepada Guru Tua.

“Kalau bukan karena cinta kepada Guru Tua, tidak mungkin kita ada di sini. Ini adalah cinta yang tidak terbatas,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh Abnaul Khairaat untuk membuktikan kecintaan tersebut melalui tindakan nyata dengan melanjutkan perjuangan Guru Tua, khususnya di bidang pendidikan.

Baca juga: Undangan Nikah El Rumi-Syifa Hadju Sampai ke Tangan Ketua MPR, Dibagikan Langsung di Acara Pejabat

“Tanda cinta kita bukan hanya hadir di haul, bukan hanya memasang foto. Tanda cinta kita adalah melanjutkan perjuangan Guru Tua,” tegasnya.

Menurutnya, Guru Tua telah merancang arah kemajuan peradaban melalui pendidikan jauh sebelum konsep Indonesia Emas 2045 digaungkan.

“Guru Tua sudah membuat roadmap yang jelas. Warisan terbesar beliau adalah pendidikan. Tidak ada jalan lain untuk mengubah nasib selain pendidikan,” katanya.

Dalam momen tersebut, Anwar Hafid juga mendorong kebijakan wajib belajar 13 tahun dengan memasukkan Madrasah Diniyah Awaliyah ke dalam sistem pendidikan formal.

Ia menyebut Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tengah menyiapkan regulasi daerah untuk mendukung kebijakan tersebut.

“Kalau wajib belajar 13 tahun, amanah Guru Tua belum masuk di dalamnya. Karena itu kita harus perjuangkan wajib belajar 13 tahun,” ujarnya.

Selain itu, ia turut menyoroti kondisi guru Madrasah Diniyah Awaliyah yang dinilai masih menghadapi keterbatasan kesejahteraan.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved