Selasa, 2 Juni 2026

Donggala Hari Ini

Banjir Terjang 10 Desa di Sirenja Donggala, Ratusan Rumah Warga Terdampak

Akibatnya, sungai di wilayah tersebut meluap dan merendam ratusan rumah warga yang tersebar di 10 desa.

Tayang:
Penulis: Misna Jayanti | Editor: Regina Goldie
Handover
Banjir melanda sepuluh desa di Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (3/4/2026) sore. 

Ringkasan Berita:
  • Banjir melanda 10 desa di Kecamatan Sirenja, Donggala, pada Jumat sore (3/4/2026) akibat hujan deras yang menyebabkan sungai meluap. 
  • Ratusan rumah warga terendam, dengan dampak terparah di Desa Balentuma (177 rumah) dan Desa Tompe (150 rumah).
  • Selain rumah, fasilitas umum seperti sekolah dan kantor desa juga terdampak. Tidak ada korban jiwa, sementara jumlah pengungsi masih didata.

Laporan Wartawan TribunPalu, Misna Jayanti

TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Banjir melanda sepuluh desa di Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (3/4/2026) sore.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 Wita setelah wilayah itu diguyur hujan deras sejak siang hingga menjelang sore.

Akibatnya, sungai di wilayah tersebut meluap dan merendam ratusan rumah warga yang tersebar di 10 desa.

Berdasarkan laporan TRC dan Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, desa yang terdampak yakni Desa Balentuma, Tompe, Tondo, Dampal, Tanjung Padang, Lompio, Lende, Lende Tovea, Jono Oge, dan Sipi.

Data sementara mencatat, Desa Balentuma menjadi wilayah terdampak paling parah dengan 177 unit rumah terendam, disusul Desa Tompe sebanyak 150 unit rumah.

Selain itu, 60 rumah terdampak di Desa Lompio, 40 rumah di Desa Tanjung Padang, 35 rumah di Desa Lende Tovea, serta masing-masing 30 rumah di Desa Dampal dan Desa Tondo.

Sementara itu, dampak di Desa Jono Oge, Lende, dan Sipi masih dalam proses pendataan.

Baca juga: Banjir Terjang Desa Labean Donggala, 30 Rumah Warga Terendam

Tak hanya permukiman, banjir juga merendam fasilitas umum seperti SDN 3 Lende Tovea dan Kantor Desa Lende Tovea.

Meski demikian, tidak terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. 

Data jumlah pengungsi hingga kini masih dalam pendataan petugas.

“Banjir dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari hingga menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga,” jelas Plt Kepala BPBD Sulteng, Ir. Asbudianto dalam laporan resmi.

Saat ini, tim BPBD bersama aparat setempat telah melakukan asesmen dan berkoordinasi untuk penanganan dampak banjir.

Adapun kebutuhan mendesak di lokasi antara lain alat berat serta normalisasi sungai guna mencegah banjir susulan.

Kondisi terkini diketahui mulai membaik setelah hujan berhenti dan air berangsur surut. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved