Sulteng Hari Ini
Prof Djayani Nurdin Sebut Program Berani Cerdas Dorong Peningkatan IPM dan IMM di Sulteng
Tim tersebut berada di bawah koordinasi Kepala Bappeda Sulteng, Arfan, dengan Rahmad M Arsyad sebagai ketua tim.
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Program “Berani Cerdas” dari Pemprov Sulawesi Tengah dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas SDM, khususnya dalam mendorong kenaikan IPM dan IMM.
- Program ini fokus pada perbaikan akses dan mutu pendidikan, seperti menekan angka putus sekolah, meningkatkan lama sekolah, serta memperkuat literasi dan numerasi.
- Untuk mempercepat pelaksanaan, dibentuk Tim Percepatan Program Prioritas Pembangunan (TP4) yang mengoordinasikan OPD agar fokus pada target pendidikan.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU – Akademisi yang juga anggota Tim Percepatan Program Prioritas Pembangunan Sulawesi Tengah, Prof Djayani Nurdin, menilai program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, “Berani Cerdas”, menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Modal Manusia (IMM).
Menurut Djayani, program tersebut dirancang sebagai solusi konkret untuk menjawab persoalan mendasar sumber daya manusia (SDM), mulai dari akses pendidikan hingga kualitas lulusan.
“Program Berani Cerdas ini dirancang sebagai solusi konkret untuk menjawab persoalan mendasar SDM, mulai dari akses pendidikan hingga kualitas lulusan,” ujarnya, Selasa (7/4/2026) dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, program ini menjadi bagian dari “9 BERANI” yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan sebagai sektor prioritas pembangunan di Sulawesi Tengah.
Untuk mempercepat implementasinya, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, telah membentuk Tim Percepatan Program Prioritas Pembangunan (TP4) melalui SK Nomor 020.7.2/15/Bappeda-G.ST/2026.
Tim tersebut berada di bawah koordinasi Kepala Bappeda Sulteng, Arfan, dengan Rahmad M Arsyad sebagai ketua tim.
Djayani menegaskan, kehadiran tim percepatan bukan sekadar pelengkap, melainkan menjadi motor penggerak dalam mengoordinasikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar fokus pada target peningkatan kinerja pembangunan, khususnya di sektor pendidikan.
Berdasarkan data, sejumlah indikator pendidikan di Sulawesi Tengah masih perlu ditingkatkan.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Sulawesi Tengah Selasa 7 April 2026, BMKG: Parimo Berawan, Daerah Lain Hujan
Rata-rata lama sekolah (RLS) pada 2025 berada di kisaran 9,55–9,56 tahun, sementara target pada 2029 ditetapkan mencapai 12,68 tahun.
Sementara itu, harapan lama sekolah (HLS) berada di angka 13,59–13,60 tahun. Capaian literasi dan numerasi juga masih tergolong rendah, dengan persentase kabupaten/kota yang memenuhi standar minimum literasi baru 7,29 persen dan numerasi berada di kisaran 0,00–7,69 persen.
Melihat kondisi tersebut, Program Berani Cerdas difokuskan pada sejumlah langkah konkret, seperti menekan angka putus sekolah, meningkatkan rata-rata lama sekolah, memperkuat literasi dan numerasi, serta mencetak SDM yang lebih kompetitif dan siap kerja.
Program ini juga menghadirkan dua skema utama, yakni afirmasi bagi masyarakat kurang mampu dan beasiswa prestasi bagi mahasiswa berprestasi, baik yang menempuh pendidikan di dalam maupun luar daerah.
“Ini solusi agar tidak ada lagi anak Sulteng yang gagal kuliah hanya karena keterbatasan biaya,” jelas Djayani.
Pada tahap awal pelaksanaan, program ini sempat menghadapi sejumlah kendala, seperti potensi bantuan ganda dan lemahnya verifikasi data penerima.
Baca juga: Sidang Paripurna DPRD Donggala Setujui Laporan Pansus II Terkait LKPJ Bupati
Namun, pemerintah kini telah melakukan pembenahan sistem, dengan tidak hanya menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), tetapi juga dilengkapi Nomor Induk Mahasiswa (NIM) untuk memastikan validitas data.
Selain itu, mekanisme penyaluran beasiswa juga diubah.
Jika sebelumnya dana ditransfer langsung ke rekening mahasiswa, kini diarahkan langsung ke perguruan tinggi melalui kerja sama resmi antara pemerintah daerah dan pihak kampus.
Langkah tersebut dilakukan agar dana benar-benar digunakan untuk pembayaran biaya pendidikan.
“Sekarang sistemnya jauh lebih rapi dan akuntabel. Risiko kesalahan penyaluran sudah bisa diminimalisir,” tegasnya.
Ke depan, Program Berani Cerdas akan diarahkan lebih spesifik sesuai kebutuhan pembangunan daerah, dengan fokus pada bidang kesehatan, pertambangan, dan sektor industri.
Untuk jenjang pendidikan tinggi, khususnya S2 dan S3, akan diterapkan sistem kuota berbasis kebutuhan daerah guna mencegah pengangguran terdidik.
Baca juga: Hardiknas 2026, Disdik Sulteng Buka Lomba Film Edukasi “Berani Mosipenta” Berhadiah Rp25 Juta
Bahkan, skema ikatan dinas akan diberlakukan bagi profesi tertentu, seperti dokter spesialis, agar lulusan dapat langsung mengabdi di daerah.
Untuk menjamin keberlanjutan program, TP4-Sulteng juga mendorong penguatan regulasi dari Peraturan Gubernur menjadi Peraturan Daerah (Perda), serta melakukan evaluasi berbasis dampak, seperti kelulusan tepat waktu, peningkatan indeks prestasi, dan serapan kerja lulusan.
Selain itu, tracer study akan dilakukan untuk memastikan kontribusi penerima program terhadap pembangunan daerah.
Djayani menegaskan, Program Berani Cerdas tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan daya saing daerah.
“Jika SDM kita cerdas dan berkualitas, maka mereka akan mampu membangun daerahnya sendiri. Itulah tujuan besar dari program ini,” tandasnya. (*)
| Akhmad Sumarling Dampingi Warga Desa Oyom Perjuangkan Izin Pertambangan Rakyat |
|
|---|
| Rekomendasi Gubernur Sulteng Diabaikan, Muhammad Safri Minta ESDM Blokir RKAB Perusahaan Tambang |
|
|---|
| Mangkir dari RDP, Komisi III DPRD Sulteng Desak Gubernur Hentikan Aktivitas PT IMNI |
|
|---|
| PMII Sulteng Angkat Isu Keadilan Kasus Andrie Yunus dalam Dialog Publik Harlah ke-66 |
|
|---|
| Polda Sulteng Gelar Apel Pasukan, Antisipasi May Day dan Dampak Situasi Global 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/d-yas78-td78a-td78a-td78a-d78a-d7a.jpg)