Sabtu, 25 April 2026

Idul Adha 2026

Disbunak Sulteng Perketat Pengawasan Hewan dan Pemotongan Kurban Jelang Idul Adha 2026

Langkah ini mencakup pemeriksaan kesehatan hewan ternak hingga pemantauan lokasi pemotongan hewan kurban.

Editor: Fadhila Amalia
Handover
ILUSTRASI SAPI KURBAN - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Provinsi Sulawesi Tengah memperketat pengawasan kesehatan hewan menjelang Idul Adha 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Disbunak Sulteng memperketat pengawasan kesehatan hewan menjelang Idul Adha 2026, termasuk pemeriksaan kesehatan ternak dan pemantauan lokasi pemotongan hewan kurban.
  • Tim teknis Disbunak disebar ke berbagai kabupaten dan kota untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi.
  • Peternak diimbau menjaga kesehatan hewan melalui vaksinasi, kebersihan kandang, dan pemberian pakan yang baik agar daging kurban aman untuk masyarakat.

TRIBUNPALU.COM, PALU – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Provinsi Sulawesi Tengah memperketat pengawasan kesehatan hewan menjelang Idul Adha 2026.

Langkah ini mencakup pemeriksaan kesehatan hewan ternak hingga pemantauan lokasi pemotongan hewan kurban.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disbunak Sulteng, Dandy Alfita, menjelaskan pengawasan dilakukan oleh tim teknis yang disebar di berbagai kabupaten dan kota untuk memastikan hewan ternak dijadikan kurban dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi masyarakat.

Baca juga: Kasus Campak di Palu Didominasi Bayi, Dinkes Sulteng Pantau Suspek Campak Aktif

Dandy menekankan pentingnya peran peternak dalam menjaga kesehatan hewan, termasuk vaksinasi, kebersihan kandang, dan pemberian pakan yang baik.

“Kami ingin memastikan seluruh hewan kurban yang disembelih memenuhi standar kesehatan, sehingga masyarakat dapat menikmati daging yang aman,” ujarnya.

Berdasarkan data Disbunak Sulteng, capaian vaksinasi tersebut terdiri dari program pemerintah (APBN) dan vaksinasi mandiri oleh pelaku usaha.

Untuk program vaksinasi PMK yang bersumber dari APBN periode Januari–Maret 2026, tercatat sebanyak 3.157 ekor sapi telah divaksinasi di sejumlah daerah.

Kabupaten Donggala menjadi wilayah dengan capaian tertinggi, yakni 1.460 ekor sapi, disusul Kabupaten Poso sebanyak 500 ekor, Buol 502 ekor, Tojo Una-Una 498 ekor, dan Banggai 147 ekor serta tambahan 50 ekor dari wilayah yang sama.

Baca juga: Alumni Hukum Untad Laporkan Rektor dan Dekan ke Ombudsman, Diduga Ijazah Tertahan Sejak 2022

Sementara itu, vaksinasi mandiri mencatat total 1.824 ekor ternak, yang terdiri dari 1.624 ekor sapi dan 200 ekor kambing.

Vaksinasi mandiri ini dilakukan oleh pelaku usaha dan peternak, termasuk untuk kebutuhan lalu lintas ternak antarwilayah.

Dandy menjelaskan, vaksinasi menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran PMK, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha.

Ia mengimbau para peternak untuk tetap menjaga kesehatan hewan ternaknya, baik dari sisi pakan maupun kebersihan kandang.

Selain itu, Disbunak Sulteng juga terus menggencarkan vaksinasi serta pengawasan di lapangan guna memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat.

Baca juga: Dinkes Sulteng Pastikan Logistik Vaksin Campak Aman untuk Balita

“Vaksinasi PMK tetap dilakukan untuk menghindari masuknya penyakit, apalagi menjelang Idul Adha di mana mobilitas ternak meningkat,” jelasnya.

Disbunak Sulteng juga menurunkan tim pengawas untuk memantau kondisi hewan kurban di berbagai titik pemotongan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan daging yang dihasilkan aman dan layak dikonsumsi masyarakat.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved