HUT Sulteng 2026
HUT ke-62 Sulteng, Pengamanan Satpol PP Jadi Penopang Ketertiban Upacara
Satpol PP Sulteng mengambil bagian dalam pasukan upacara yang menunjukkan kedisiplinan setelah melalui tahapan latihan berjenjang.
TRIBUNPALU.COM, PALU - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Sulawesi Tengah yang digelar di halaman Kantor Gubernur, Jl Sam Ratulangi, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Senin (13/4/2026), berlangsung khidmat dan tertib.
Di balik kelancaran prosesi tersebut, pengamanan terpadu oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menjadi penopang rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif.
Sejak pagi, upacara terjaga dalam ritme tertib. Pasukan pembawa pataka dari Satpol PP Sulteng tampil rapi membawa lambang-lambang daerah dan Bendera Merah Putih.
Sementara pasukan dari Satpol PP Sulteng mengambil bagian dalam pasukan upacara yang menunjukkan kedisiplinan setelah melalui tahapan latihan berjenjang.
Pengamanan dilakukan dengan pendekatan sektoral. Personel Satpol PP disebar di sejumlah titik strategis, mulai dari pintu masuk dan keluar di sisi utara dan selatan, hingga area belakang kantor gubernur yang terhubung dengan ruas Jl Ahmad Yani.
Baca juga: HUT ke-62 Sulteng, Anwar Hafid Serukan Kepedulian pada 331 Ribu Warga Kurang Mampu
Pada titik utama kegiatan, yakni area podium serta zona VIP/VVIP, pengamanan dilakukan secara berlapis guna menjaga sterilisasi lokasi selama prosesi berlangsung.
Pengawasan di area lobi kantor gubernur dan sekitarnya turut memastikan aktivitas tamu undangan berjalan tertib. Arus kedatangan dan kepulangan peserta dapat diatur tanpa menimbulkan kepadatan berarti.
Satpol PP juga melaksanakan pengawalan melekat terhadap gubernur dan wakil hubernur sepanjang rangkaian kegiatan, termasuk dalam agenda tambahan seperti karnaval budaya.
Kelancaran ini mencerminkan koordinasi antartim yang berjalan efektif, dengan seluruh personel menjalankan tugas sesuai pembagian peran tanpa gangguan signifikan di lapangan.
Di tengah suasana khidmat tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan pidato reflektif yang menekankan makna pengabdian dan tanggung jawab kolektif dalam membangun daerah.
Dalam amanatnya, ia menggambarkan Sulawesi Tengah sebagai sosok “ibu” yang telah melahirkan dan membesarkan seluruh elemen masyarakat.
Dari “rahim” daerah inilah, menurut dia, lahir para pemikir, akademisi, aparat negara, hingga para pemimpin di berbagai tingkatan.
“Ibu yang telah melahirkan para pemikir ulung, patriot-patriot bangsa seperti TNI, Polri, kejaksaan, serta para pemangku adat,” ujar Anwar.
Ia menuturkan, dengan jumlah penduduk sekitar 3,5 juta jiwa, seluruh masyarakat Sulawesi Tengah pada hakikatnya adalah anak-anak dari “ibu” yang sama.
Karena itu, peringatan hari jadi daerah semestinya dimaknai sebagai momentum untuk memberikan pengabdian terbaik.
“Hari ini dia berulang tahun. Maka sebagai anak yang tahu diri, mari kita memberikan yang terbaik bagi ibu kita. Pengabdian seorang anak tidak boleh berbatas,” katanya.
Gubernur kemudian mengajak seluruh pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah, termasuk aparat TNI, Polri, kejaksaan, hingga pemerintah desa untuk mengubah cara pandang dalam bekerja.
Diaa mengingatkan bahwa pembangunan tidak akan mencapai kemajuan apabila masih terjebak pada kepentingan jangka pendek dan orientasi jabatan.
“Kalau gubernur, bupati, hingga anggota legislatif hanya berpikir tentang periode jabatan, maka daerah ini tidak akan pernah maju,” ucap Anwar.
Dalam pidatonya, ia juga menyinggung berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi daerah.
Baca juga: Anwar Hafid: 80 Ribu Rumah Tak Layak Huni Jadi PR Besar Sulteng
Di antaranya, ratusan ribu masyarakat yang hidup dalam kondisi belum sejahtera serta puluhan ribu rumah tidak layak huni yang tersebar di kabupaten dan kota.
“Ibu kita hari ini memanggil kita. Masih banyak anak-anaknya yang belum beruntung. Ini menjadi tanggungan kita bersama,” kata Anwar.
Momentum HUT, menurut dia, harus menjadi titik balik untuk memperkuat kerja sama lintas sektor.
Ketua Demokrat Sulteng itu menekankan bahwa persoalan besar tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi yang nyata dan berkelanjutan.
Menutup pidatonya, Gubernur Anwar Hafidberharap agar di usia ke-62 ini, Sulawesi Tengah mampu menjadi daerah yang menghadirkan kebahagiaan bagi seluruh masyarakatnya.
Ia membayangkan “ibu” Sulawesi Tengah dapat tersenyum melihat kondisi anak-anaknya yang semakin sejahtera.(*)
| Kenakan Busana Kuning Emas, Suku Andio dari Banggai Pukau Penonton Karnaval HUT ke-62 Sulteng |
|
|---|
| Taat Bayar Pajak, BTIIG Raih Penghargaan Gubernur di HUT Sulteng ke-62 Dukung Daerah Lewat Pajak |
|
|---|
| Personel Satpol PP Siaga di Pembukaan Semarak Sulteng Nambaso |
|
|---|
| Gubernur Anwar Hafid Siapkan 10.000 Durian Gratis untuk Seluruh Warga Sulteng |
|
|---|
| Ustadz Hanan Attaki Dijadwalkan Isi Tausiyah di Peringatan HUT ke-62 Sulteng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Satpol-PP-Sulteng-2026.jpg)