Sulteng Hari Ini
Anwar Hafid: 80 Ribu Rumah Tak Layak Huni Jadi PR Besar Sulteng
Ia menyebut kondisi tersebut sebagai tanggung jawab bersama yang harus segera ditangani secara serius.
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menjadikan momentum upacara HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah pada Senin (13/4/2026) untuk menyoroti urgensi penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
- Dalam pidatonya, ia mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 80 ribu unit rumah tidak layak yang tersebar di 13 kabupaten/kota, yang merupakan tanggung jawab besar bagi pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyoroti persoalan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.
Hal itu disampaikan Anwar Hafid dalam amanatnya saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah di halaman Kantor Gubernur, Kota Palu, Senin (13/4/2026).
Dalam pidatonya, Anwar Hafid mengungkapkan, saat ini masih terdapat sekitar 80 ribu Rumah Tidak Layak Huni yang tersebar di 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.
Ia menyebut kondisi tersebut sebagai tanggung jawab bersama yang harus segera ditangani secara serius.
“Masih ada sekitar 80 ribu Rumah Tidak Layak Huni yang menjadi tanggungan kita. Ini adalah anak-anak Sulawesi Tengah yang belum bisa menikmati tempat tinggal yang layak,” ujar Anwar Hafid.
Selain persoalan hunian, ia juga menyinggung masih adanya ratusan ribu masyarakat yang hidup dalam kondisi kurang beruntung.
Menurutnya, hal itu menjadi panggilan bagi seluruh pihak untuk bergerak bersama membantu sesama.
Baca juga: HUT ke-62 Sulteng, Anwar Hafid Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Daerah
Anwar Hafid mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah, aparat, hingga masyarakat yang memiliki kemampuan lebih, untuk berkontribusi dalam mengatasi persoalan tersebut.
Ia menekankan, penyelesaian masalah sosial tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kebersamaan dan kolaborasi.
“Tidak mungkin pekerjaan besar ini kita selesaikan sendiri-sendiri. Yang dibutuhkan adalah kerja sama untuk menyelamatkan saudara-saudara kita,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Anwar Hafid juga mengingatkan agar setiap pihak tidak hanya berfokus pada kepentingan pribadi atau jabatan, melainkan mengutamakan pengabdian nyata bagi masyarakat.
Ia mengibaratkan Sulawesi Tengah sebagai “ibu” yang telah memberikan kehidupan, sehingga sudah menjadi kewajiban seluruh anak daerah untuk membalas jasa dengan membantu sesama.
Menurutnya, masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil, pegunungan, hingga lorong-lorong kecil masih membutuhkan perhatian serius, terutama dalam hal tempat tinggal yang layak.
| HUT ke-62 Sulteng, Anwar Hafid Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Daerah |
|
|---|
| Anwar Hafid Dorong Gotong Royong Bantu 80 Ribu Anak di Sulteng Tanpa Hunian Layak |
|
|---|
| Sekretaris Komisi III DPRD Sulteng Desak Dana Denda Satgas PKH Dikembalikan ke Daerah |
|
|---|
| Rekaman Percakapan Livand Breemer dan Inisial I Beredar, Bantah Keterlibatan Tambang Poboya |
|
|---|
| Kepala Komnas HAM Sulteng Dimutasi ke Papua Usai Tudingan Keterlibatan Tambang di Poboya Palu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/y-a7s8-yd78ay-78a78a78ad-7ad.jpg)