Idul Adha 2026
120 Sapi Kurban Akan Dikirim ke Luar Daerah, Instalasi Karantina Sulteng Siap Tampung 400 Ekor
sekitar 120 ekor sapi dijadwalkan akan dikirim ke berbagai daerah, sementara kapasitas penampungan di instalasi karantina mencapai 400 ekor.
Ringkasan Berita:
- Sekitar 120 ekor sapi asal Sulawesi Tengah dijadwalkan dikirim ke berbagai daerah menjelang Idul Adha 2026, sementara kapasitas instalasi karantina mencapai 400 ekor.
- Setiap sapi wajib menjalani karantina 3–4 hari untuk memastikan bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK), termasuk pemeriksaan laboratorium, agar distribusi hewan kurban aman dan sehat.
- Seluruh layanan karantina berbasis digital tanpa pungutan di luar ketentuan, dengan jadwal pengiriman diatur agar tidak terjadi penumpukan.
TRIBUNPALU.COM, PALU – Badan Karantina Indonesia (Barantan) memastikan persiapan distribusi sapi kurban asal Sulawesi Tengah menjelang Idul Adha 2026 berjalan lancar.
Dalam waktu dekat, sekitar 120 ekor sapi dijadwalkan akan dikirim ke berbagai daerah, sementara kapasitas penampungan di instalasi karantina mencapai 400 ekor.
Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manor Panggabean, menyampaikan bahwa setiap sapi yang akan dikirim wajib menjalani masa karantina selama tiga hingga empat hari untuk memastikan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Baca juga: Polda Sulteng Amankan 7 Alat Berat dari Tambang Emas Ilegal di Parigi Moutong
“Di sini kita pastikan semua sapi diperiksa dan benar-benar sehat, termasuk melalui pemeriksaan laboratorium,” ujar Sahat saat meninjau Instalasi Karantina Hewan Barantan Kelas II Palu di Kelurahan Pantoloan, Rabu (15/4/2026).
Sapi kurban asal Sulteng umumnya dipasok ke wilayah Kalimantan Timur, seperti Samarinda, Balikpapan, dan Bontang.
Untuk menjaga kelancaran distribusi, pelaku usaha diarahkan mengatur jadwal pengiriman agar tidak terjadi penumpukan ternak di lokasi karantina.
“Pelaku usaha sudah bisa mengatur ritme pengiriman supaya tetap lancar dan pemeriksaan berjalan optimal,” tambah Sahat.
Selain itu, seluruh layanan karantina telah berbasis digital dan bebas pungutan di luar ketentuan yang berlaku. Langkah ini diambil untuk memastikan proses distribusi sapi kurban aman, legal, dan transparan.
Pengawasan serupa juga dilakukan di beberapa daerah lain, termasuk Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, guna menjamin distribusi hewan kurban secara nasional berjalan lancar.
Baca juga: Kanwil BPN Sulawesi Tengah Perkuat Sinergi dengan Lembaga Adat melalui LIBU MBASO
Dengan persiapan ini, Barantan berharap pelaksanaan Idul Adha 2026 dapat berlangsung aman dan bebas dari risiko penyebaran PMK.(*)
Sulawesi Tengah
Badan Karantina Indonesia
Sahat Manor Panggabean
Idul Adha
PMK
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
Barantan
| Iduladha 2026, Dua Kelurahan di Balantak Banggai Terendam Banjir |
|
|---|
| Perkuat Harmonisasi dengan Warga, IGIP Salurkan 5 Ekor Sapi Kurban di Morowali |
|
|---|
| DLH Sulteng Gelar Aksi Berani Berbagi, Sembelih 10 Sapi dan 1 Kambing untuk Petugas Kebersihan |
|
|---|
| Pusat Laut Donggala Jadi Favorit Wisatawan, Tiket Masuk Hanya Rp10 Ribu |
|
|---|
| PT DLU Palu Salurkan Sapi dan Kambing Kurban untuk Warga Palu dan Donggala |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Instalasi-Karantina-Sulteng-Siap-Tampung-400-Ekor.jpg)