Kamis, 4 Juni 2026

Buol Hari Ini

OJK Sulteng dan Pemkab Buol Dorong UMKM Produktif dan Berkelanjutan

Manajer OJK Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan ini merupakan bagian dari komitmen OJK.

Tayang:
Editor: Regina Goldie
Handover
Pemerintah Kabupaten Buol bersama Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Tengah menggelar kegiatan Edukasi Kewirausahaan UMKM dan Edukasi Tabungan Simpanan Pelajar (SIMPEL), Kamis (16/4/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten Buol bekerja sama dengan OJK Sulteng dan Bank Sulteng menggelar edukasi kewirausahaan UMKM dan tabungan Simpanan Pelajar (SIMPEL) sebagai bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).
  • Kegiatan bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi pelajar, masyarakat, dan pelaku UMKM.
  • OJK menekankan prinsip paham, simpan, dan sabar dalam pengelolaan keuangan sejak dini.

TRIBUNPALU.COM - Pemerintah Kabupaten Buol bersama Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Tengah menggelar kegiatan Edukasi Kewirausahaan UMKM dan Edukasi Tabungan Simpanan Pelajar (SIMPEL), Kamis (16/4/2025).

Kegiatan itu bertempat di Aula Pobokidan Lantai II Kantor Bupati Buol, Sulawesi Tengah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), yang bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar, pelaku UMKM, serta masyarakat secara luas.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Buol Moh Yamin Rahim, Asisten Administrasi Umum Wahyu Setiabudi, Manajer OJK Provinsi Sulawesi Tengah Adam Nofriansyah, Pimpinan Bank Sulteng Cabang Buol Moh. Rizani Irawan Hanggi, Plt. Kabag Ekonomi dan SDA Ani Siti Hanifah, para pelaku UMKM, serta kepala sekolah, guru, dan siswa dari sejumlah sekolah dasar di Kecamatan Biau dan MIN Buol.

Manajer OJK Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan ini merupakan bagian dari komitmen OJK dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Baca juga: Pemkab Buol Tegaskan Pengawasan Perdagangan Hewan Peliharaan untuk Cegah Rabies

Ia menekankan pentingnya edukasi keuangan sejak dini, khususnya kepada pelajar, melalui tiga prinsip utama, yakni paham (membedakan kebutuhan dan keinginan), simpan (membiasakan menabung), dan sabar (konsisten dalam pengelolaan keuangan).

“Literasi keuangan ibarat benih yang jika dirawat dengan baik akan tumbuh dan memberikan manfaat besar di masa depan. Oleh karena itu, edukasi keuangan harus dimulai sejak usia dini,” ujarnya.

Selain itu, OJK juga menyoroti peran strategis UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional, dengan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta penyerapan tenaga kerja.

Namun demikian, tantangan seperti akses pembiayaan, digitalisasi, dan literasi keuangan masih perlu menjadi perhatian bersama.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Buol dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai upaya konkret dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan.

Baca juga: Chord Gitar Dulu Kita Masih Remaja-Dilan ITB 1997: Di Sekolah Kita Berjumpa Pulang Pasti Kita Berdua

Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga perlu membekali generasi muda dengan kecerdasan finansial sejak dini.

“Anak-anak perlu dibiasakan hidup hemat dan menabung. Ini adalah fondasi penting dalam membentuk generasi yang mandiri dan bertanggung jawab secara finansial,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sekda juga menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak bagi pelaku UMKM.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved