Sulteng Hari Ini
7.964 Nakes dan Dokter Internship di Sulteng Dapat Vaksin MR untuk Cegah Penularan Campak
Langkah ini dilakukan sebagai upaya melindungi kelompok berisiko tinggi sekaligus memutus.
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 7.964 tenaga kesehatan dan dokter internship di Sulawesi Tengah menjalani imunisasi Measles Rubella (MR) untuk melindungi kelompok berisiko tinggi dan memutus penyebaran virus campak.
- Vaksinasi ini merupakan tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat di tengah status KLB campak.
- Pelaksanaan vaksinasi dimulai secara bertahap, menargetkan dokter spesialis, dokter gigi, kemudian diperluas ke perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lain.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU - Sebanyak 7.964 tenaga kesehatan (nakes) dan dokter internship di Provinsi Sulawesi Tengah menjalani imunisasi Measles Rubella (MR).
Langkah ini dilakukan sebagai upaya melindungi kelompok berisiko tinggi sekaligus memutus mata rantai penyebaran virus campak di fasilitas pelayanan kesehatan.
Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah, Ahsan, mengatakan vaksinasi tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah pusat di tengah status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di sejumlah daerah.
“Pemerintah pusat telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 1837 Tahun 2026 terkait pelaksanaan imunisasi MR bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan di rumah sakit, termasuk peserta dokter internship di 14 provinsi, salah satunya Sulawesi Tengah,” ujar Ahsan saat ditemui di ruang kerjanya, Jl Kartini, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, total sasaran imunisasi di Sulawesi Tengah mencakup sekitar 7.803 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, serta tenaga kesehatan lainnya di rumah sakit.
Jumlah tersebut ditambah dokter peserta program internship, sehingga total keseluruhan mencapai 7.964 orang.
Baca juga: Dinkes Sulteng Pastikan Ketersediaan Vaksin Campak Nakes Aman, Stok 18 Ribu Dosis
Menurut Ahsan, tenaga kesehatan menjadi prioritas karena memiliki risiko tinggi terpapar virus campak di lingkungan pelayanan kesehatan.
“Berdasarkan kajian, tenaga kesehatan merupakan kelompok rentan terhadap penularan campak, sehingga perlu diprioritaskan untuk mendapatkan imunisasi MR,” jelasnya.
Pelaksanaan vaksinasi ini telah dimulai secara nasional melalui kick off oleh Kementerian Kesehatan pada 10 April 2026 di Jakarta, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi kepada pemerintah daerah pada 11 April 2026.
Di Sulawesi Tengah, sejumlah kabupaten sudah mulai melaksanakan imunisasi, Pelaksanaan vaksinasi telah menjangkau tenaga kesehatan di rumah sakit umum daerah dan Rumah Sakit Pratama.
“Awalnya menyasar dokter spesialis dan dokter gigi, kemudian diperluas ke tenaga kesehatan lain seperti perawat dan bidan,” katanya.
Ia menambahkan, pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi di masing-masing daerah.
Beberapa kabupaten masih dalam tahap pendataan tenaga medis guna menghitung kebutuhan dosis vaksin.
| Peringatan Dini Potensi Hujan Mulai 18–20 April 2026 di Sulteng, Morowali Masuk Daftar Waspada |
|
|---|
| Permintaan Durian Tiongkok Capai Rp128 Triliun per Tahun, Peluang Ekspor Sulteng Terbuka Lebar |
|
|---|
| Sulawesi Tengah Miliki 3,7 Juta Pohon Durian, 1,2 Juta Sudah Produktif |
|
|---|
| Kanwil Kemenkum Sulteng Edukasi Toko di Palu Cegah Peredaran Barang Tiruan |
|
|---|
| Istri Wakapolda Sulteng Narny Helmi Kwarta Raih Cumlaude Magister Hukum UMI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Dinkes-Sulteng-Pastikan-Ketersediaan-Vaksin-Campak-Nakes-Aman.jpg)