Sulteng Hari Ini
Cadangan Vaksin Campak di Sulteng Masih 2.060 Vial
Vaksin rutin di kabupaten masih tersedia dan bisa digunakan sambil menunggu distribusi tambahan.
Ringkasan Berita:
- Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah memastikan stok vaksin MR aman, dengan cadangan sekitar 2.060 vial di tingkat provinsi, setara 18 ribu dosis, cukup untuk memenuhi kebutuhan 7.964 tenaga kesehatan dan dokter internship.
- Sebagian vaksin sudah didistribusikan ke kabupaten, dan daerah yang kekurangan bisa mengajukan tambahan.
TRIBUNPALU.COM, PALU - Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sulteng, Ahsan, mengatakan pihaknya masih memiliki cadangan sekitar 2.060 vial vaksin MR di tingkat provinsi.
“Satu vial bisa digunakan untuk sekitar delapan orang. Jadi secara keseluruhan stok yang ada masih cukup untuk kebutuhan tenaga kesehatan,” ujar Ahsan saat ditemui di ruang kerjanya, Jl Kartini, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Jumat (17/4/2026).
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tengah memastikan ketersediaan vaksin Measles Rubella (MR) untuk tenaga kesehatan (nakes) dalam kondisi aman.
Stok vaksin yang tersedia saat ini diperkirakan mampu menjangkau hingga sekitar 18 ribu dosis, sehingga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan imunisasi bagi nakes di Sulawesi Tengah.
Ia menjelaskan, sebagian stok tersebut telah didistribusikan ke daerah yang mulai melaksanakan vaksinasi, salah satunya Kabupaten Buol sebanyak 50 vial atau setara sekitar 400 dosis.
Menurut Ahsan, jika stok vaksin di kabupaten tidak mencukupi, pemerintah daerah dapat mengajukan permintaan tambahan ke Dinkes provinsi.
Baca juga: 7.964 Nakes dan Dokter Internship di Sulteng Dapat Vaksin MR untuk Cegah Penularan Campak
“Kami masih memiliki stok, sehingga kabupaten yang kekurangan bisa langsung mengusulkan untuk pemenuhan kebutuhan vaksinasi,” jelasnya.
Selain mengandalkan stok provinsi, kabupaten juga masih memiliki ketersediaan vaksin rutin yang selama ini digunakan untuk imunisasi bayi, yang dapat dimanfaatkan sementara waktu.
“Vaksin rutin di kabupaten masih tersedia dan bisa digunakan sambil menunggu distribusi tambahan dari pemerintah pusat,” katanya.
Di sisi lain, pelaksanaan imunisasi MR bagi tenaga kesehatan di Sulawesi Tengah terus berjalan secara bertahap di sejumlah daerah.
Program ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor 1837 Tahun 2026 yang mengatur pemberian imunisasi MR bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk peserta dokter internship.
Baca juga: Dinkes Sulteng Pastikan Ketersediaan Vaksin Campak Nakes Aman, Stok 18 Ribu Dosis
Total sasaran vaksinasi di Sulawesi Tengah mencapai 7.964 orang, yang terdiri dari sekitar 7.803 tenaga kesehatan di rumah sakit serta dokter internship.
Ahsan menegaskan, vaksinasi ini menjadi langkah penting karena tenaga kesehatan termasuk kelompok yang rentan terhadap penularan campak, terutama di tengah meningkatnya kasus yang telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Tenaga kesehatan menjadi prioritas karena risiko paparan di fasilitas pelayanan kesehatan cukup tinggi,” tandasnya. (*)
| Peringatan Dini Potensi Hujan Mulai 18–20 April 2026 di Sulteng, Morowali Masuk Daftar Waspada |
|
|---|
| Permintaan Durian Tiongkok Capai Rp128 Triliun per Tahun, Peluang Ekspor Sulteng Terbuka Lebar |
|
|---|
| Sulawesi Tengah Miliki 3,7 Juta Pohon Durian, 1,2 Juta Sudah Produktif |
|
|---|
| Kanwil Kemenkum Sulteng Edukasi Toko di Palu Cegah Peredaran Barang Tiruan |
|
|---|
| Istri Wakapolda Sulteng Narny Helmi Kwarta Raih Cumlaude Magister Hukum UMI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/yd89a-yd89a-y89dy-a89-89ad.jpg)