Minggu, 19 April 2026

Morowali Hari Ini

FSPIM Gelar Rakernas Perdana di Morowali, Fokus Benahi Struktur dan Persiapan May Day

Ratusan anggota Federasi Serikat Pekerja Industri Merdeka (FSPIM) melakukan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Balai Desa Kolono Keca

Penulis: Supriyanto | Editor: Lisna Ali
Handover
RAKERNAS - Ratusan anggota Federasi Serikat Pekerja Industri Merdeka melakukan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Balai Desa Kolono Kecamatan Bungku Timur. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok

TRIBUNPALU.COM, PALU - Ratusan anggota Federasi Serikat Pekerja Industri Merdeka (FSPIM) melakukan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Balai Desa Kolono Kecamatan Bungku Timur.

Kegiatan itu berlangsung dua hari mulai dari 13 April hingga 14 April 2026.

Rakernas ini merupakan pertama kali bagi FSPIM.

Sebab, FSPIM sendiri belum genap setahun menjadi sebuah federasi pekerja. Terhitung sejak tahun kemarin bulan Juli 2025.

Agenda Rakernas mencakup beberapa sesi. Di hari pertama sesinya meliputi pembukaan, gambaran situasi organisasi sejak 2018 hingga 2026, situasi pertambangan di Indonesia, kemudian dilakukanlah rapat komisi.

Para peserta dibagi menjadi 3 komisi: komisi organisasi, komisi politik dan komisi ideologi untuk bisa merekomendasikan program kerja FSPIM di ketiga bidang tersebut.

Sementara di hari kedua, sesinya meliputi diskusi lanjutan penjabaran masing-masing komisi sampai pembahasan taktik strategi organisasi ke depan terkait mana yang relevan dan mana yang tidak.

Di akhir sesi, forum membahas resolusi dari rakernas itu sendiri.

Hampir di tiap sesi forum begitu aktif berdebat satu sama lain, baik itu tentang perbaikan organisasi maupun jalan (politik) apa yang akan dilakukan.

Perdebatan mengalir dari hal paling dekat sampai di prospek untuk terlibat dalam “politik” lebih luas, seperti bagaimana alternatif atas masalah di tempat kerja (misalnya bagaimana pengolahan debu di kawasan), bagaimana melawan politik “efisiensi” dari manajemen yang berimplikasi pada PHK massal di PT. MIM, RJS, GNI atau end contract yang terjadi PT MTI.

Adapun perdebatan mengenai politik, forum memilih untuk tidak melanjutkan perdebatan.

Karena selain memakan banyak waktu, forum menganggap hal tersebut masih jauh untuk dilakukan. Mengingat belum ada kendaraan politik (partai politik) yang benar-benar serius memperjuangkan kehidupan kaum buruh.

Organisasi juga masih fokus bagaimana perluasan FSPIM di daerah lain, terutama daerah terdekat.

Dalam situasi yang dipenuhi berbagai tantangan ke depan, momen kali ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk berkumpul memaksimalkan kerja organisasi.

Baca juga: Bupati Delis Perkuat Kerja Sama dengan Kemensos RI, Wujudkan Pendidikan Gratis Anak Miskin

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved