Selasa, 5 Mei 2026

Morowali Utara Hari Ini

Morowali Utara Pionir Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Investasi di Indonesia

Bupati Delis menegaskan kemandirian fiskal daerah kini menjadi keharusan.

Tayang:
Editor: Regina Goldie
Handover
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) sekaligus Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi secara resmi membuka pelaksanaan Implementasi dan Tindak Lanjut Pusat Promosi Investasi Daerah (PPID) Batch 2 di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (17/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, membuka Implementasi dan Tindak Lanjut PPID Batch 2 di Batam (17/4/2026). 
  • PPID (Pusat Promosi Investasi Daerah) berfungsi sebagai one-stop solution investasi, mempermudah investor mengakses potensi 514 kabupaten/kota tanpa perantara, sekaligus mendorong kemandirian fiskal daerah setelah pemangkasan Transfer ke Daerah.

TRIBUNPALU.COM - Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) sekaligus Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi secara resmi membuka pelaksanaan Implementasi dan Tindak Lanjut Pusat Promosi Investasi Daerah (PPID) Batch 2 di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (17/4/2026).

Gelaran ini menjadi respons konkret daerah atas pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) yang signifikan, sekaligus memutus praktik 'calo' atau makelar investasi yang selama ini menghambat masuknya modal ke daerah.

PPID dirancang sebagai one-stop solution atau "Mall Pelayanan Investasi" pertama di Indonesia yang mempertemukan investor global dengan seluruh potensi 514 kabupaten/kota dalam satu lokasi.

Dalam sambutannya, Bupati Delis menegaskan kemandirian fiskal daerah kini menjadi keharusan.

"Transfer dana daerah hari ini dipangkas cukup besar. Dari 350 triliun, kemudian dipangkas lagi menjadi 285 triliun. Suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, daerah harus kreatif menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang baru melalui investasi," ujar Delis Julkarson Hehi.

Baca juga: BREAKING NEWS: Nelayan Hilang di Perairan Parigi Moutong, SAR Dikerahkan

Ia menambahkan, selama ini kepala daerah sering terjebak dalam jaringan perantara.

"Saya punya pengalaman sendiri. Ada investor dari Cina yang ingin bertemu saya selama dua tahun, tapi hanya diputar-putar oleh calo. Baru ketemu saya di Hotel Jalan Hayam Wuruk, Jakarta. Padahal daerah kita butuh akses langsung, tanpa perantara," ceritanya.

Menurut Delis, PPID lahir dari diskusi panjang APKASI dengan International Business Association (IBA) untuk memberikan solusi permanen. Investor tidak lagi perlu berkeliling dari Sabang sampai Merauke.

Cukup datang ke Batam, mereka bisa mengakses profil lengkap setiap daerah beserta potensi yang sudah diklaster secara profesional, mulai dari batubara, mineral, perkebunan, hingga pertanian.

"PPID ini seperti dashboard investasi nasional. Investor yang ingin tahu lahan perkebunan 100 ribu hektare atau potensi tambang di daerah tertentu, semuanya tersaji di satu tempat. Ini warisan kita untuk daerah," tegasnya.

Delis juga menjelaskan alasan pemilihan Batam sebagai lokasi PPID.

Baca juga: Gandeng BPBD Touna, BRI Cabang Ampana Perkuat Mitigasi Bencana Karyawan

"Batam hanya selangkah dari Singapura. Ada 7.000 perusahaan multinasional berkantor di Singapura, 84 di antaranya memiliki kantor cabang di sana. Dengan naik ferry, mereka bisa langsung mengenal seluruh potensi Indonesia. Ini peluang emas," paparnya.

Ia menambahkan, PPID akan menggelar event reguler seperti business matching, turnamen golf, dan pertemuan langsung antara bupati dengan investor Singapura, China, serta Hong Kong, semua dengan biaya jauh lebih murah dibandingkan pameran konvensional yang menghabiskan ratusan juta rupiah hanya untuk beberapa hari.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved