Senin, 4 Mei 2026

Sigi Hari Ini

Warga Langaleso Sigi Soroti Maraknya Miras hingga Lem Fox di Kalangan Remaja

Ia menyebut, pendekatan keamanan tidak bisa hanya bertumpu pada penindakan.

Tayang:
Handover
Program Jumat Curhat oleh Polres Sigi bersama Polda Sulawesi Tengah di Kantor Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Jumat (17/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Polres Sigi bersama Polda Sulawesi Tengah menggelar program “Jumat Curhat” di Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, pada 17 April 2026, untuk menampung keluhan warga terkait pencurian, peredaran miras, penyalahgunaan lem fox dan narkoba di kalangan remaja, serta isu toleransi antarumat beragama.
  • Kabid Propam Polda Sulteng, Kombes Pol Roy Satya Putra, menekankan pentingnya pencegahan dan pembinaan, termasuk mekanisme diversi dan restorative justice.

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata 

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Warga Langaleso meresahkan meningkatnya kasus pencurian, peredaran minuman keras, serta penyalahgunaan lem fox dan narkoba yang mulai menyasar kalangan remaja.

Hal itu terungkap dalam program Jumat Curhat oleh Polres Sigi bersama Polda Sulawesi Tengah di Kantor Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Jumat (17/4/2026).

Selain itu, isu toleransi antarumat beragama juga turut menjadi perhatian, mengingat pentingnya menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang beragam.

Kabid Propam Polda Sulteng, Kombes Pol Roy Satya Putra, yang hadir mewakili Kapolda, menegaskan bahwa masukan masyarakat menjadi dasar penting dalam menentukan langkah penanganan di lapangan.

Ia menyebut, pendekatan keamanan tidak bisa hanya bertumpu pada penindakan, tetapi juga harus menyentuh aspek pencegahan dan pembinaan.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Morowali Edukasi Perusahaan Tak Patuh, Gandeng APH Tekan Pelanggaran

“Kasus yang melibatkan remaja tidak selalu diselesaikan dengan proses hukum semata. Kami dorong pendekatan pembinaan melalui mekanisme diversi dan restorative justice agar mereka bisa kembali ke lingkungan sosial dengan lebih baik,” ujarnya.

Kapolres Sigi AKBP Kari Amsah Ritonga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Ia mengingatkan bahwa aparat memiliki keterbatasan, sehingga dukungan warga menjadi kunci utama menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.

Kapolres juga mengimbau warga untuk tidak ragu melaporkan setiap gangguan keamanan melalui Bhabinkamtibmas atau layanan darurat 110. Menurutnya, respons cepat hanya bisa dilakukan jika informasi dari masyarakat tersampaikan dengan baik.

Tak hanya itu, masyarakat juga didorong mengaktifkan kembali pos kamling serta patroli lingkungan sebagai langkah preventif. Peran keluarga dan tokoh agama dinilai krusial, terutama dalam mencegah penyimpangan perilaku di kalangan remaja.

Baca juga: Matindas J Rumambi Tegaskan Kader PDIP Sulteng Perkuat Kerja Kerakyatan

Dalam kesempatan tersebut, turut diperkenalkan layanan Pengaduan Cepat Propam Polri berbasis QR Code. Inovasi ini memungkinkan masyarakat melaporkan dugaan pelanggaran oleh oknum anggota secara langsung dan transparan.

Kepala Desa Langaleso menyambut positif kegiatan ini. Ia menilai “Jumat Curhat” bukan hanya wadah komunikasi, tetapi juga bentuk kehadiran negara dalam menjawab keresahan masyarakat di tingkat desa.

“Kami berharap ini tidak berhenti di sini. Harus ada tindak lanjut nyata agar masyarakat benar-benar merasakan perubahan,” ujarnya.

Melalui forum ini, terlihat bahwa persoalan kamtibmas di tingkat desa bukan sekadar isu kriminalitas, tetapi juga berkaitan erat dengan persoalan sosial. Sinergi antara aparat dan masyarakat pun menjadi kunci utama untuk menjawab tantangan tersebut. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved