Senin, 20 April 2026

Sigi Hari Ini

Dituding Bergantung ke Pusat, Sigi Buktikan Hasil Lewat Infrastruktur dan Program Nasional

Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menyatakan bahwa komunikasi dengan pemerintah pusat merupakan kebutuhan dalam sistem otonomi daerah.

Handover/Handover
INFRASTRUKTUR DAN PROGRAM NASIONAL - Pemerintah Kabupaten Sigi merespons berbagai kritik yang muncul terkait intensitas komunikasi ke pemerintah pusat. Kritik tersebut menilai langkah tersebut sebagai bentuk ketergantungan. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Sigi menilai komunikasi aktif dengan pemerintah pusat sebagai strategi “jemput bola” untuk membuka akses program pembangunan, bukan bentuk ketergantungan.
  • Hasil pendekatan tersebut mulai terlihat melalui masuknya program infrastruktur, sosial, hingga pendidikan seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Patriot.
  • Pemerintah daerah juga menerapkan kebijakan fiskal pro-rakyat, seperti tidak menaikkan PBB, pemberian insentif pajak.

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata 

TRIBUNPALU.COM, SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi merespons berbagai kritik yang muncul terkait intensitas komunikasi ke pemerintah pusat. 

Kritik tersebut menilai langkah tersebut sebagai bentuk ketergantungan.

Namun pemerintah daerah menegaskan bahwa itu merupakan bagian dari strategi pembangunan.

Baca juga: Kundapil di Ampibabo Parigi Moutong, I Nyoman Slamet Soroti Krisis Air Ancam Kebun Durian Warga

Bukan sekadar upaya meminta anggaran.

Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menyatakan bahwa komunikasi dengan pemerintah pusat merupakan kebutuhan dalam sistem otonomi daerah.

Ia menjelaskan bahwa tanpa komunikasi aktif, daerah akan sulit mendapatkan perhatian program pembangunan. Karena itu, pemerintah daerah memilih bergerak lebih aktif. Demi kepentingan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa jika daerah tidak melakukan komunikasi, maka pusat bisa menganggap kebutuhan sudah terpenuhi.

Kondisi ini dapat membuat daerah tertinggal dalam akses program. Karena itu, langkah “jemput bola” menjadi strategi utama. Untuk membuka peluang pembangunan.

“Kalau kita diam, pusat mengira kita tidak butuh,” ujarnya.

Baca juga: Prediksi Skor Bali United vs Malut United: Siapa Bisa Memperbaiki Posisi di Klasemen Liga?

Ia menjelaskan bahwa pernyataan tersebut menggambarkan realitas hubungan antara daerah dan pusat. Pemerintah daerah harus aktif menyampaikan kebutuhan agar program dapat masuk ke wilayah.

Sejumlah hasil mulai terlihat dari pendekatan tersebut.

Program infrastruktur, bantuan rumah, hingga program sosial mulai masuk ke Kabupaten Sigi.

Pemerintah daerah menyebut ini sebagai hasil kolaborasi. 

Antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved