Selasa, 21 April 2026

Sulteng Hari Ini

Anwar Hafid Ungkap Paradoks Sulteng, Kaya SDA Tapi Masih Tinggi Kemiskinan

Anwar Hafid menyebut angka kemiskinan di Sulawesi Tengah kurang lebih sebanyak 10 persen dari 3,7 juta jiwa penduduk.

Editor: Regina Goldie
BIRO ADMINISTRASI PIMPINAN/Handover
Anwar Hafid menerangkan Sulawesi Tengah terdapat sebuah paradoks saat kunjungan kerja Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Senin (20/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Gubernur Anwar Hafid menyebut Sulteng memiliki sumber daya alam melimpah, seperti nikel, emas, laut, dan hutan, namun angka kemiskinan tetap sekitar 10 persen dari 3,7 juta penduduk, dengan 80 ribu rumah tidak layak huni menurut data DTSEN.
  • Anwar Hafid menekankan program unggulan Pemprov, termasuk bantuan pembangunan rumah layak huni.
  • Serta meminta kolaborasi dengan pemerintah pusat melalui program KPR subsidi MBR dan Sekolah Rakyat, untuk menurunkan kemiskinan struktural di Sulteng.

TRIBUNPALU.COM - Anwar Hafid menerangkan Sulawesi Tengah terdapat sebuah paradoks saat kunjungan kerja Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Senin (20/4/2026).

Anwar Hafid menjelaskan Sulawesi Tengah merupakan provinsi terkaya karena terdapat Sumber Daya Alam (SDA) melimpah, namun angka kemiskinan masih tinggi.

"Daerah paling kaya itu Sulteng, Nikelnya banyak, Emasnya banyak, lautnya potensinya besar, hutan juga luas. Namun ada satu kegelisahan, angka kemiskinan di Sulawesi Tengah masih sangat tinggi," ungkap Anwar Hafid dihadapan Saifullah Yusuf, Senin (20/4/2026)

Anwar Hafid menyebut angka kemiskinan di Sulawesi Tengah kurang lebih sebanyak 10 persen dari 3,7 juta jiwa penduduk dan masih terdapat rumah tidak layak huni di Sulteng.

Baca juga: Satpol PP Morowali Turun ke Sekolah Awasi Peredaran Miras dan Narkoba

"Rumah tidak layak huni berdasarkan data DTSEN, masih ada 80 ribu rumah dan bedasarkan kunjungan langsung saya tergerak untuk kemiskinan ini bisa turun," tambah Anwar Hafid.

Anwar Hafid menjelaskan dari sisi penghasilan masyarakat Sulawesi Tengah telah mendapatkan pendapatan cukup baik, namun sebagian besar masyarakat belum dapat membangun rumah layak huni.

"Untuk itu kami mempunyai program unggulan di Sulawesi Tengah mulai tahun ini kita memberikan bantuan untuk membangun rumah layak huni," ujar Anwar Hafid.

Untuk itu, Anwar Hafid meminta kolaborasi pemerintah pusat untuk memberantas kemiskinan struktural di Sulawesi Tengah.

Anwar Hafid menambahkan sejumlah program nasional seperti pemberian KPR subsidi kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) hingga Sekolah Rakyat dapat membantu menjawab persoalan tersebut. (*)

 

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved