Hari Kartini
Nakes RSUD Anutapura Palu Bikin Pasien Pangling di Hari Kartini
Penggunaan kebaya tidak hanya dilakukan oleh tenaga keperawatan, tetapi juga oleh seluruh unsur di rumah sakit
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU – Tenaga Kesehatan di RSUD Anutapura Palu, Sulawesi Tengah, mengenakan seragam berbeda di momentum Hari Kartini, Selasa (21/4/2026).
Tenaga kesehatan perempuan mengenakan kebaya, beberapa di antaranya bahkan memadankannya dengan sarung batik.
Penggunaan kebaya merupakan tindak lanjut dari surat edaran Pemerintah Kota Palu yang menginstruksikan seluruh aparatur sipil negara (ASN) mengenakan kebaya nasional pada peringatan Hari Kartini.
Hal itu pun membuan pasien pangling lantaran perubahan busana.
Meski menggunakan busana tradisional, manajemen rumah sakit memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan normal.
Baca juga: Peringati Hari Kartini, Nirmala Dewi Nyatakan Sikap Menuju Senayan Lewat DPD RI
Keselamatan dan kenyamanan pasien tetap menjadi prioritas utama dalam setiap layanan.
RSUD Anutapura Palu sebagai rumah sakit rujukan di Kota Palu tetap mengoperasikan seluruh layanan seperti biasa, mulai dari rawat inap hingga instalasi gawat darurat.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Anutapura Palu, Masita Mukhtar, mengatakan penggunaan kebaya itu merupakan bentuk kepatuhan terhadap instruksi pemerintah sekaligus upaya memaknai Hari Kartini.
“Sesuai instruksi dari ibu direktur yang merujuk pada surat edaran Sekretaris Kota Palu, seluruh ASN di lingkungan Pemkot Palu mengenakan kebaya pada Hari Kartini, 21 April 2026,” ujar Masita.
Ia menjelaskan, penggunaan kebaya tidak hanya dilakukan oleh tenaga keperawatan, tetapi juga oleh seluruh unsur di rumah sakit, baik manajemen, struktural maupun fungsional.
Masita menegaskan, meski mengenakan kebaya, tenaga kesehatan tetap mengedepankan keselamatan pasien dalam setiap pelayanan.
“Untuk nakes seperti perawat dan bidan juga menggunakan kebaya, sehingga suasana Hari Kartini lebih terasa, namun tetap mengutamakan keselamatan pasien,” jelas Masita.
Baca juga: JOB Tomori Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Desa Masing Banggai
Menurutnya, peringatan Hari Kartini menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat dan kebanggaan perempuan dalam memberikan kontribusi, khususnya di sektor kesehatan.
“Pesannya untuk perempuan di RSUD Anutapura Palu, tentu harus bangga dan semakin terinspirasi. Kita harus menjadi Kartini masa depan yang mampu memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat Kota Palu dan sekitarnya,” pungkas Masita.
Penggunaan kebaya di lingkungan rumah sakit ini diharapkan menjadi simbol semangat Kartini masa kini, sekaligus memotivasi tenaga kesehatan perempuan untuk terus berkontribusi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.(*)
| Genting Bersama PT CPM, Nirmawati Rutin Pasok Nutrisi Harian Anak Stunting di Layana Palu |
|
|---|
| Semangat Hari Kartini, Kasatpol PP Parigi Moutong Puja Passau: Kebebasan Bertindak Bagi Perempuan |
|
|---|
| Hari Kartini, Kepala SMPN 9 Palu Ajak Perempuan Terus Berkarya dan Percaya Diri |
|
|---|
| Hari Kartini 2025, Desainer Kota Palu Reyna Indriyani Ajak Perempuan Gapai Cita-cita |
|
|---|
| Makna Hari Kartini bagi Guru MTs Muhammadiyah Nunu Kota Palu: Wanita Harus Kembangkan Potensi Diri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Perawat-pakai-kebaya-di-RSUD-Anutapura-Palu-2026.jpg)