Jumat, 24 April 2026

Banggai Hari Ini

Muncul Kabut di Banggai, BMKG Sebut Fenomen Haze

BMKG menjelaskan fenomena ini umumnya muncul pada musim kemarau. Kondisi cuaca yang cenderung stabil dan minim angin.

Penulis: Alisan | Editor: Regina Goldie
TribunPalu.com/Alisan
Fenomena Haze di Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. 

Ringkasan Berita:
  • Sepekan terakhir, Kabupaten Banggai diselimuti kabut yang terlihat dari berbagai titik, termasuk Pulau Peling, Kecamatan Nambo, dan Kelurahan Hanga-hanga di Luwuk Selatan. 
  • BMKG Luwuk menjelaskan fenomena ini sebenarnya adalah Haze, bukan kabut biasa. 
  • Haze terjadi karena partikel kering seperti debu, asap, dan polutan dari kendaraan atau pabrik, terutama saat musim kemarau dengan cuaca stabil dan minim angin.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alisan Lasande

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Sepekan terakhir Kabupaten Banggai diselimuti kabut.

Pantauan TribunPalu.com, dari Luwuk kabut terlihat Pulau Peling, Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dari Kecamatan Luwuk Selatan, kabut terlihat  di Kecamatan Nambo.

Jumat (24/4/2025), kabut terlihat di Luwuk dari Kelurahan Hanga-hanga, Kecamatan Luwuk Selatan.

“Iya tadi pagi cukup tebal kelihatan dari atas,” kata Nasri, warga Hanga-hanga.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Luwuk menjelaskan, fenomena ini bukanlah kabut biasa atau hujan.

Dalam meteorologi disebut Haze. Udara kabur karena partikel udara kering.

Baca juga: Rp263 Miliar Dana Transfer Pusat dan Daerah Tak Masuk di APBD Banggai 2025

Menurut BMKG, Haze biasa muncul saat musim kemarau.

Penyebabnya karena asap, polusi kendaraan, atau pabrik.

Haze adalah kondisi atmosfer di mana udara terlihat keruh atau buram akibat adanya partikel-partikel kering yang tersuspensi di udara.

Berbeda dengan kabut yang mengandung uap air, Haze terbentuk dari partikel padat seperti debu, asap, serta polutan hasil emisi kendaraan bermotor dan industri.

BMKG menjelaskan fenomena ini umumnya muncul pada musim kemarau. Kondisi cuaca yang cenderung stabil dan minim angin.

Lalu menyebabkan partikel-partikel polusi dan asap tak mudah tersebar atau naik ke atmosfer lebih tinggi.

Menumpuk di lapisan udara rendah dan membuat jarak pandang menjadi terbatas

Meskipun terlihat mendung atau berawan, kondisi ini tak menandakan akan turun hujan, melainkan akumulasi dari berbagai jenis polutan di udara. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved