Sulteng Hari Ini
Kejuaraan Paralayang Internasional 2026 Resmi Dibuka, Sulteng Sambut Atlet Internasional
Pada PON 2024, atlet paralayang Sulteng berhasil meraih medali emas, dan target ke depan adalah menambah prestasi pada PON 2028.
Ringkasan Berita:
- Bukit Salena menjadi lokasi resmi IPXC 1st Series Salena 2026, menandai kali pertama Sulawesi Tengah menjadi tuan rumah kejuaraan paralayang bertaraf internasional.
- Kejuaraan diikuti 74 peserta, termasuk 14 atlet dari enam negara serta atlet dari 11 provinsi di Indonesia, menjadi ajang kompetisi sekaligus pembelajaran bagi atlet lokal untuk bersaing di tingkat internasional.
- Event ini tidak hanya mendorong sport tourism di Puncak Salena tetapi juga meningkatkan prestasi atlet paralayang Sulteng.
TRIBUNPALU.COM, PALU – Sulawesi Tengah kembali mencatat sejarah di dunia olahraga dirgantara dengan menjadi tuan rumah Kejuaraan Paralayang Internasional Gubernur Cup (IPXC) 1st Series Salena 2026.
Acara resmi dibuka, Sabtu (25/4/2026) di Bukit Salena oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Tengah, Moh Husain Pakaya, mewakili Gubernur Anwar Hafid.
Moh Husain Pakaya menekankan ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga momentum untuk mempromosikan pariwisata dan potensi olahraga dirgantara Sulawesi Tengah.
Baca juga: 13 Pelaku Jadi Tersangka Kekerasan Anak di Daycare Viral Yogyakarta, Ini Deretan Faktanya
Dengan medan pegunungan dan tebing yang menantang, daerah ini dinilai sangat ideal untuk mengembangkan paralayang sebagai cabang olahraga unggulan dan destinasi sport tourism.
Kejuaraan ini diikuti oleh 74 peserta, termasuk 14 atlet internasional dari enam negara, seperti Singapura, China, China Taipei, Korea Selatan, Australia, dan Vietnam, serta peserta dari 11 provinsi di Indonesia, termasuk Sulawesi Tengah.
Ketua Paralayang Pusat Indonesia, Asgaf Umar, mengatakan kejuaraan ini menjadi ajang belajar berharga bagi atlet lokal untuk bersaing dengan standar internasional sekaligus memperkenalkan keindahan Puncak Salena.
Sementara itu, Ketua KONI Sulawesi Tengah, Muhammad Fathur Razaq, mengapresiasi terselenggaranya event ini dan menegaskan bahwa prestasi paralayang Sulteng terus meningkat.
Pada PON 2024, atlet paralayang Sulteng berhasil meraih medali emas, dan target ke depan adalah menambah prestasi pada PON 2028.
“Kami berharap melalui IPXC ini, olahraga paralayang di Sulawesi Tengah semakin berkembang, melahirkan atlet berprestasi, dan memperkuat promosi wisata dirgantara,” ujar Razaq.
Baca juga: Bertemu Pemuda Porame dan Uwemanje, Irwan Lapatta Tekankan Jaga Persatuan dan Jauhi Narkoba
Selain aspek kompetisi, pemerintah daerah juga berharap kejuaraan ini memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat sekitar, termasuk sektor pariwisata, penginapan, kuliner, dan jasa transportasi.
Panitia penyelenggara bersama KONI dan FASI Sulawesi Tengah memastikan seluruh persiapan berjalan lancar demi kelancaran kejuaraan internasional pertama di Salena ini.(*)
Anwar Hafid
Gubernur Sulawesi Tengah
Kejuaraan Paralayang
Moh Husain Pakaya
Asgaf Umar
Paralayang Pusat Indonesia
KONI Sulteng
Muhammad Fathur Razaq
| Kasus Laporan Ketua FKUB Sulteng Jalan di Tempat, FPN Desak Polda Beri Kepastian Hukum |
|
|---|
| Wagub Sulteng Tegaskan Berani Sehat Bangun Sistem Kesehatan Adil dan Berkualitas |
|
|---|
| Pemprov Sulteng Benahi Sistem Kesehatan, Akses Cepat dan Responsif hingga Daerah Terpencil |
|
|---|
| Pemanfaatan Program Berani Sehat Tertinggi di Sigi, Kota Palu dan Parigi Moutong |
|
|---|
| Pemprov Sulteng Dorong Kolaborasi dengan APINDO untuk Perkuat Ekosistem Usaha |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Kejuaraan-Paralayang-Internasional-Gubernur-Cup-IPXC-1st-Series-Salena-2026.jpg)